Abstract :
Penulis membahas topik ini karena melihat pelaksanaan tata ibadah secara khusus votum dan salam tidak dipahami. Jemaat secara umum hanya melaksanakan peribadahan hanya sebatas seremonial saja tanpa memahami susunan kebaktian yang disajikan lewat liturgi, sehingga kebaktian yang berlangsung hanya bernuansa biasa saja, padahal tata ibadah memampukan umat datang dalam persekutuan dengan nuansa yang teduh dan penuh hikmah. Karena penulis ingin melihat dan mengetahui bagaimana pemahaman warga gereja tentang tata ibadah secara khusus votum dan salam maka penulis tertarik untuk mengkaji masalah ini dalam tulisan ini. Adapun metode yang di pakai untuk mengumpulkan data di lapangan adalah metode penelitian kualitatif yakni observasi, wawancara dan studi pustaka.
Penulis mengamati langsung, juga bertemu dan berbincang-bincang dengan parasumber untuk memperoleh data yang sesungguhnya dengan berbekal teori masuk ke lokasi penelitian. Setelah melalui penelitian di lapangan, ternyata warga jemaat memahami votum sebagai harapan dan
pernyataan hadirat Allah dalam kebaktian dan salam sebagai sapaan dan ucapan dari Tuhan yang mengajak umat untuk bersekutu.
Dengan metode ini, penulis mengamati bahwa votum dan salam yang ada dalam liturgi perlu dipahami dengan benar. Sehingga ibadah dapat pula berlangsung dengan penuh hikmah dan berimplementasi potitif dalam pelayanan secara khusus dalam praktek liturgi