Abstract :
Nyanyian merupakan suatu seni yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia, terlebih khusus bagi masyarakat Toraja. Sudah sejak dahulu
nyanyian mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat
Toraja, dan sampai sekarang setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan tidak lepasa dari nyanyian. Berangkat dari pengertian ini maka penulis tertarik untuk meneliti tentang bagaimana pemikiran Tiku Rari dalam mengembangkan nyanyian etnik Toraja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perjalanan hidup serta peeijuangan Tiku Rari dalam mengembangkan nyanyian etnik Toraja, hingga masih lestari sampai sekarang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Lokasi penelitian di kantor Badan Pekerja Pusat Gereja Toraja, dengan enam (6) orang narasumber.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah Gereja Toraja merupakan
Gereja reformasi atau Calvinis. Sesuai dengan motto reformasi yakni ?Gereja
reformed adalah gereja yang harus selalu dibaharui untuk menjadi lebih baik,
berdasarkan firman Allah?, namun pada kenyataannya Gereja Toraja hanya
berjalan ditempat saja, baik itu liturgi maupun musiknya. Hal tersebutlah yang
mendorong Tiku Rari untuk memperjuangkan pembaruan liturgi dan ilkulturasi
nyanyian etnik. Selama 30 tahun Tiku Rari memperjuangkan nyanyian etnik
sehingga sekarang boleh diterima oleh warga Gereja Toraja, dan boleh digunakan di dalam ibadah-ibadah gerejawL
Kata kunci: Tiku Rari, nyanyian etnik.