Abstract :
Kitab Kidung Agung merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama,
kitab ini sangat jarang dibaca dan dikhotbahkan. Kegagalan memahami makna
dari teks kitab ini membuatnya seolah dihindari. Melalui skripsi ini, hendak
memperlihatkan makna cinta yang dibahas dalam kitab Kidung Agung untuk
merekonstruksi pemahaman jemaat Bukit Ararat Pappang.
Skripsi ini akan berfokus pada Kidung Agung 7:6-8:4 dengan pendekatan
kritik sastra. Melalui kajian tersebut akan mengantar pada sebuah pemahaman
bahwa cinta eros adalah karunia dari Tuhan dan kitab Kidung Agung bukanlah
kitab yang vulgar.