DETAIL DOCUMENT
Mendidik Anak Tanpa Kekerasan Dampak Kekerasan Guru Sekolah Minggu dalam Ibadah Sekolah Minggu di Gereja Toraja Jemaat Bukit Tanggoa Klasis Sulawesi Tengah Timur
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Toding, Rini Semme’
Subject
LB1501 Primary Education 
Datestamp
2024-07-29 09:45:25 
Abstract :
Rini Semme? Toding (20133679), menyusun skripsi dengan judul ?Mendidik Anak Tanpa Kekerasan?dengan Sub judul: Dampak Kekerasan Guru Sekolah Minggu dalam ibadah Sekolah Minggu di Gereja Toraja Jemaat Bukit Tanggoa Klasis Sulawesi Tengah Timur. Inspirasi penulis mengangkat judul ini adalah penulis melihat bahwa Guru Sekolah Minggu saat ini, masih menggunakan kekerasan dalam mendisiplinkan anak-anak dalam mengajar. Namun tanpa disadari oleh Guru Sekolah Minggu bahwa mendisiplinkan anak menggunakan kekerasan sangat berdampak bagi anak-anak yang membuat anak merasa takut dan malas untuk hadir beribadah. Guru Sekolah Minggu merupakan orang yang mampu mengasihi anak- anak dan melihatnya secara utuh sehingga anak-anak dapat merasakan kasih sayang yang ditunjukkan oleh guru sekolah minggu seperti anak dapat merasa dekat dengan gurunya. Guru Sekolah Minggu hendaknya menjadi sahabat bagi anak-anak, tidak pilih kasih, tidak kasar melainkan penuh perhatian dan lemah lembut bagi setiap anak-anak, agar anak-anak tidak merasa takut untuk mendekati guru sekolah Minggunya. Hal ini perlu diperhatikan oleh guru sekolah minggu bahwa perlu untuk memahami setiap karakter anak yang berbeda. Oleh karena itu guru sekolah minggu hendaknya memiliki landasan yang kokoh yaitu iman yang melahirkan kesabaran dan kesetiaan dalam mendidik anak sekolah minggu Dari hasil penelitian ini, diharapkan akan memberikan kontribusi bagi Guru Sekolah Minggu untuk tidak mendisiplinkan anak-anak menggunakan kekerasan namun sebaliknya mendisiplinkan anak-anak dengan penuh perhatian, lemah lembut serta penuh kesabaran dalam mendidik anak-anak Sekolah Minggu. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA