Abstract :
Pada observasi awal nampak bahwa siswa belum sampai pada tahap berfikir kritis, hal ini dilihat dari isi uraian pendapat dan pertanyaan yang di sampaikan oleh peserta didik yang baru sampai pada tahap LOTS yang rata-rata berada pada aspek menghafal. Dari masalah yang didapatkan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan cara berfikir kritis pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X.1 SMA Kristen Barana?. Penelitian dikatakan berhasil jika dari 35 jumlah keseluruhan siswa dalam kelas terdapat minimal 60% siswa yang mengalami peningkatan Critical Thinking. Indikator yang digunakan adalah Taksonomi Bloom revisi krathwohl dan Anderson level kognitif dimensi proses berfikir Higher Order Thinking Skill (HOTS) yaitu Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Mencipta (C6).Pada pra-siklus terdapat 34% siswa yang telah mencapai standar minimal dan 66% siswa yang belum mencapai standar minimal. Kemudian pada siklus pertama siswa yang telah mencapai standar minimal Critical Thinking yaitu 43% dan yang belum mencapai standar minimal yaitu 57%. Lalu pada siklus kedua mengalami peningkatan lagi sebanyak 77% siswa yang mencapai standar minimal nilai critical thinking dan masih ada 23% siswa yang belum mencapai standar minimal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam proses pembelajaan Pendidikan Agama kristen dapat membantu untuk meningkatkan Critical Thinking siswa.
Kata Kunci : Critical Thinking, Discovery Learning, Higher Order Thinking Skill