Abstract :
Abstract Bahasa Indonesia
Kepemimpinan perempuan dalam konteks agama dan gereja telah menjadi topik yang semakin menarik perhatian dalam beberapa dekade terakhir. Namun, di banyak komunitas dan denominasi agama, peran perempuan dalam jabatan pendeta atau kepemimpinan gerejawi masih dianggap kontroversial. Penelitian sebelumnya telah mengindikasikan pandangan yang beragam di kalangan jemaat terkait kepemimpinan perempuan dalam gereja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali pandangan anggota jemaat Situru? terhadap kepemimpinan perempuan/pendeta dalam gereja mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Data dari wawancara dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi untuk mengidentifikasi tema dan pola dalam pandangan anggota jemaat tentang kepemimpinan perempuan dalam gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anggota Jemaat Situru? memiliki pandangan beragam tentang kepemimpinan laki-laki dan perempuan di gereja. Beberapa menyambut kepemimpinan perempuan dengan positif, sesuai dengan Teori Peran Sosial Eagly yang menekankan kemampuan perempuan dalam kepemimpinan demokratis dan partisipatif. Namun, ada juga pandangan yang mempertahankan stereotip gender tradisional, mengaitkan kepemimpinan dengan karakteristik maskulinitas pada laki-laki. Meskipun demikian, beberapa anggota menyadari pentingnya kesempatan yang setara bagi laki-laki dan perempuan dalam kepemimpinan, berdasarkan kemampuan individu. Kesadaran tentang peran positif perempuan dalam kepemimpinan gerejawi juga semakin meningkat. Secara keseluruhan, Teori Peran Sosial Eagly relevan dalam mengatasi pengaruh stereotip gender pada pandangan tentang kepemimpinan, untuk menciptakan lingkungan gereja yang inklusif dan menghargai kontribusi setiap individu tanpa memandang jenis kelamin.
Kata Kunci : Kepemimpinan Perempuan, Gereja Toraja, Teori Peran Sosial
Eagly
Absract English
Women's leadership in the context of religion and church has become a topic of increasing interest in recent decades. However, in many religious communities and denominations, the role of women in clerical or ecclesiastical leadership is still considered controversial. Previous research has indicated mixed views within the congregation regarding women's leadership in the church. Therefore, this study aims to explore the views of Situru? congregation members on the leadership of women/pastors in their church. This study uses a qualitative approach with in-depth interviews as a data collection method. Data from the interviews were analyzed using a content analysis approach to identify themes and patterns in congregation members' views of women's leadership in the church. The results of the study show that Situru? Congregational Members have diverse views about male and female leadership in the church. Some welcome women's leadership positively, in accordance with Eaglely's Social Role Theory which emphasizes women's abilities in democratic and participatory leadership. However, there are also views that maintain traditional gender stereotypes, associating leadership with characteristics of masculinity in men. Nonetheless, some members recognize the importance of equal opportunities for men and women in leadership, based on individual abilities. Awareness of the positive role of women in ecclesiastical leadership is also increasing. Overall, Eagly's Social Role Theory is relevant in overcoming the influence of gender stereotypes on views on leadership, to create a church environment that is inclusive and values the contribution of every individual regardless of gender.Keywords: Women's Leadership, Toraja Church, Social Role Theory Eaglely