DETAIL DOCUMENT
Kedudukan Kerbau dalam Budaya Toraja dari Perspektif Nilai Harmoni di Kecamatan Buntu Pepasan
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Ta'dung, Rismawati
Subject
GT Manners and customs 
Datestamp
2024-06-25 08:47:04 
Abstract :
Rismawati Ta'dung, (2002201142). 2022. Judul "Kedudukan Kerbau Dalam Budaya Toraja Dari Perspektif Nilai Harmoni di Kecamatan Buntu Pepasan". Di Bimbing Oleh Dr. Abraham S. Tanggulungan selaku dosen pembimbing 1 dan Dr. Kala'tiku Paembonan selalu dosen pembimbing 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu kedudukan kerbau dalam budaya Toraja, dan dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2022 di Kecamatan Buntu Pepasan, Toraja Utara. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian kualitatif, dan teknik pengumpulan data seperti studi kepustakaan, pengamatan/ observasi dan wawancara serta studi dokumentasi sebagi bentuk lampiran dan bukti penelitian. Adapun subjek yang dijadikan informan dalam penelitian ini terdiri dari terdiri 1 orang pendeta, 2 orang ketua adat, 1 orang pemerhati adat dan 1 orang gora-gora tongkon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerbau dalam budaya Toraja mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam rangka menciptakan harmoni masyarakat. Karena dianggap sebagai hewan yang istimewa dan menjadi aturan sendi dalam pelaksanaan ritus, selain itu menjadi dasar dan puncak eanan yang dapat mengharmonikan karena dianggap sebagai dasar yang dijadikan pedoman dan puncak pencapaian tertinggi yang menjadi alasan masyarakat Toraja giat untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan untuk keperluan adat Rismawati Ta?dung, (2002201142). 2022. Title ""Kedudukan Kerbau Dalam Budaya Toraja Dari Perspektif Nilai Harmoni di Kecamatan Buntu Pepasan". Supervised by Dr. Abraham S. Tangroll as supervisor 1 and Dr. Kala?tiku Paembonan is always supervisor 2. This study aims to determine the position of buffalo in Torajan culture, and was conducted from October to November 2022 in Buntu Pepasan District, North Toraja. This research was carried out using qualitative research types, and data collection techniques such as literature studies, observations / observations and interviews as well as documentation studies as a form of attachments and research evidence. The subjects who were used as informants in this study consisted of 1 priest, 2 traditional leaders, 1 traditional observer and 1 gora-gora tongkon. The results of this study show that buffalo in Torajan culture has a very important position in order to create community harmony. Because it is considered a special animal and becomes a joint rule in the implementation of rites, in addition it becomes the basis and peak of eanan that can harmonize because it is considered as the basis that is used as a guideline and the highest peak of achievement which is the reason for the Toraja people to work hard to meet the needs for indigenous needs 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA