Abstract :
YUSTATI BANNI, Tahun 2018: dengan judul ?Pelayanan Konseling oleh Majelis Gereja Kepada Orang yang Berduka Setelah Pemakaman Di GEPSULTRA Jemaat Rubia?.
Kembali kenoleh kebelakang tujuan dari pada sebuah gereja adalah
?memelihara dan mencari yang terhilang?, dalam hal tersebut maka salah satu cara efektif yang menjadi bagian dari pelayanan dari pada majelis gereja yaitu KONSELING. Konseling adalah hubungan timbal balik antara dua orang, ada konselor yang adalah orang yang dipercaya oleh konseli untuk mendengar pergumulan dan pada seorang konseli serta memberi masukan berupa saran-saran untuk pergumulan yang
dihadapi, lalu konseli sendiri adalah orang yang sedang mengalami pergumulan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelayanan konseling
mejelis gereja kepada orang yang berduka di GEPSULTRA jemaat Rubia.
Dalam hasil penelitian membuktikan bahwa pelayanan konseling oleh mejlis
gereja kepada orang yang berduka di GEPSULTRA Jemaat Rubia, telah dilakukan namun kurang maksimal. Alasan seseorang larut dalam kesedihan karena kurangnya perhatian kepada mereka yang sedang mengalami per gumulan hidup., hal ini membuat orang yang beduka merasakan kekecewaan yang mendalam karena kurangnya perhatian melalui pelayanan konseling, memicu terjadi kekecewaan terhadap orang yang berduka karena pelayanan hanya dilakukan ketika orang sedang mengalami masalah saja menjadi lebih buruk karena orang yang berduka yang membutuhkan
pendampingan dari orang lain tetapi tidak mendapatkan pada akhirnya juga merasakan kekecewaan terhadap Tuhan.
Sehingga, di akhir tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa majelis gereja
seharusnya benar-benar memahami apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebenarnya sebagai seomag majelis gereja, sehingga tidak ada lagi kekecewaan yang dirasakan yang berakibat buruk pada kehidupan bergereja seseorang karena tidak hanya kecewa kepada majelis gereja tetapi juga kecewa kepada Tuhan karena tidak ada yang memberi pengertian akan pergumulan yang dihadapi.