Abstract :
Jefri Andri Saputra, 2020154127. Kajian Teologis-Antropologis
Terhadap Batu TiosU? Tallu dan Tttba Titanam Tallu, Serta Implikasinya
dalam Kehidupan Warga Jemaat di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Elim
Salutambun. Judul ini diangkat sebagai suatu keprihatinan penulis terhadap hilangnya kesepahaman di masyarakat dalam menerima warisan atau peninggalan- peninggalan kebudayaan. Khusus dalam penelitian ini, penulis akan mengamati simbol Batu Tallu dan Taba Tallu di Salutambun, Kecamatan Buntumalangka?, Kabupaten Mamasa, yang masih kontroversi dalam masyarakat. Pendiri simbol yang beragama Islam dan munculnya gelar ?penjaga kampung?, membuat simbol ini sulit diterima oleh beberapa masyarakat Kristen. Namun kelompok lain berupaya untuk mempertahankannya, karena simbol yang didirikan berwawasan
ke depan termasuk kepada kehidupan saat ini dan masa depan masyarakat
Salutambun selanjutnya. Untuk menyelesaikan pesoalan ini, penulis berupaya merevitalisasi makna dari Batu Tallu dan Taba Tallu, dan menguraikan implikasinya dalam kehidupan kekristenan. Metode yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi.Setelah melakukan penelitian, ditemukan bahwa makna Batu Tallu dan Taba Tallu tidak sesuai dengan spekulasi yang beredar di masyarakat yang menolak simbol tersebut. Simbol tetap relevan bahkan memiliki implikasi dalam kehidupan kekristenan. Gelar ?penjaga kampung? juga dapat dievaluasi kembali setelah penelitian ini selesai.