DETAIL DOCUMENT
Dibukui: Kajian Teologis tentang Praktek Dibukui dalam Budaya Toraja di Suppiran dan Relevansinya terhadap Religiousitas Jemaat Kristen di Suppiran
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Patorak, Abner
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-07-26 15:50:55 
Abstract :
Abner Patorak. Judul Skripsi Dibukui, dengan Sub Judul Kajian Teologis tentang praktek Dibukui dalam budaya Toraja di Suppiran dan relevansinya terhadap religiousitas jemaat Kristen di Suppiran. Dibukui merupakan praktek budaya yang menekankan pembagian daging yang disesuaikan antara letak tulang {buku) hewan (babi dan kerbau), dengan kedudukan dari tiap-tiap masyarakat yang hadir dalam acara yang diselenggarakan {rambu luka? dan rambu solo'). Makna yang terkandung dalam budaya dibukui adalah penghargaan atau penghormatan terhadap yang ditokohkan dalam masyarakat. Saling menghargai dalam persekutuan merupakan sikap yang harus ditunjukkan oleh seorang Kristen. Penghargaan kepada sesama manusia didasarkan pada hakikat manusia sebagai gambar Allah atau imago dei. Baik firman Tuhan maupun budaya Toraja menempatkan sikap saling menghargai dan menghormati sesama adalah sikap yang benar. Kebudayaan tercipta karena keberadaan manusia. Manusialah yang menciptakan kebudayaan dan manusia pula menjadi pemakainya, sehingga kebudayaan akan selalu ada sepanjang keberadaan manusia. Misi gereja tidaklah dimaksukkan untuk membuat seseorang percaya dan terlepas atau melepaskan diri dari konteks sosial budayanya. Gereja perlu menjadikan kebudayaan sebagai sasaran misi berdasarkan panggilan iman Kristen di bidang kebudayaan. Dengan demikian, budaya dapat dipakai sebagai media untuk mewartakan Injil Yesus Kristus kepada semua lapisan, golongan bahkan terhadap agama lain. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA