Abstract :
Irmawati Bittikaka, judul skripsi: Pemuda dan Ibadah. Sub judul: Suatu
Tinjaun Teologis Praktis Tentang Faktor-Faktor Penghambat Kekurangaktifan
Pemuda dalam Ibadah PPGT di Jemaat Tombang Lempangan, Klasis Makale Tengah. Ibadah adalah suatu keadaan di mana umat merendahkan diri sebagai hamba memuji dan memuliakan Tuhan dan mendengarkan firman-Nya. Dalam ibadah semua orang percaya terlibat di dalamnya baik itu tua maupun muda yang dilandasi oleh kasih. Pemuda adalah bagian dari suatu persekutuan ibadah dan harapan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara bahkan harapan gereja. Namun masih banyak pemuda yang belum melibatkan diri dalam persekutuan seperti tidak menghadiri ibadah
PPGT. Padahal ibadah PPGT adalah suatu wadah bagi pemuda untuk bersekutu dengan pemuda yang lainnya untuk mendengarkan firman Tuhan dan membicarakan hal-hal mengenai pemuda yang betul-betul menunjukkan bahwa mereka adalah ahli waris kerajaan Allah dan anak-anak Allah.
Berdasarkan alasan di atas, penulis tertarik untuk mengkaji masalah ini.
Penulis menduga bahwa pemuda tidak menghadari ibadah PPGT di Jemaat Tombang Lempangan karena disebabkan oleh sejumlah faktor, yakni: lingkungan sosial, pendidikan, pemberdayaan dan pembinaan, bentuk ibadah dan orangtua. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam mengkaji masalah ini adalah studi pustaka, wawancara dan observasi. Penulis menetapkan semua pemuda pemudi di Jemaat Tombang Lempangan sebagai populasi dan mengambil 20 orang pemuda
pemudi sebagai sampel. Dengan menggunakan metode penelitian di atas, penulis mendapati bahwa faktor yang menyebabkan ketidakhadiran pemuda pemudi secara aktif dalam ibadah PPGT di Jemaat Tombang Lempangan adalah faktor pemahaman dan penatalayanan ibadah yang belum optimal. Mereka hanya mengetahui apa itu ibadah tetapi tidak memahaminya yang nampak dalam kehidupan sehari-hari dan juga penatalayanan
ibadah tidak ditata dengan baik dan tidak disesuaikan dengan kondisi pemuda di Jemaat Tombang Lempangan sehingga pemuda pemudi menjadi malas, malu untuk menghadiri ibadah bahkan lebih cenderung mengikuti pengaruh lingkungan. Juga ada yang lebih memilih aktivitas sekolah dan pekerjaan yang berlangsung pada waktu yang kurang lebih bersamaan dengan waktu pelaksanaan waktu ibadah.