Abstract :
Khristina Ombok Rippung (20133628), Kajian Teologis Tentang Budaya
Massuru' Tondok dan Relevansinya Bagi Kehiupan Bermasyarakat di Gereja
Toraja, Jemaat Gesseng, Klasis Pare-pare. Dibimbing oleh Bapak Samuel Tokam, M.Th dan Bapak Pdt.Drs.J.L.Matalangi?. Judul ini dipilih untuk mengetahui bagaimana Kajian Teologis Tentang Budaya Massuru' Tondok dan Relevansinya Bagi Kehidupan Bermasyarakat di Gereja Toraja Jemaat Gesseng Klasis Pare-pare. Metode penelitian yang dipakai dalam meneliti masalah ini adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan
observasi dan wawancara kepada tokoh-tokoh Aluk Todolo di Gesseng 3 orang, Pendeta PI 1 orang, dan anggota masyarakat 3 orang. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara, dokumentasi serta analisis, penulis menemukan bahwa Massuru' Tondok adalah pengakuan dosa yang telah menjadi kebiasaan masyarakat Aluk Todolo di Gesseng untuk memperoleh pengampunan, agar hubungan mereka dengan Sang pencipta, sesama dan alam sekitar kembali dalam keadaan baik sehingga hidup mereka menjadi damai sejahtera. Berdasarkan uraian teori maupun pemaparan hasil wawancara dan observasi yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Lewat ritual Massuru' Tondok mengingatkan dan mengarahkan umat percaya untuk tidak main-main dengan dosa, dan pentingnya pengakuan dosa untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan. Karena itu, masyarakat gesseng termasuk orang Kristen perlu hadir dalam pelaksanaan Massuru' tondok untuk menyatakan persekutuan
mereka sebagai bagian dari yang lain tanpa memandang latar belakang agama. Kehadiran mereka sebagai bagian dari masyarakat di Gesseng dalam pelaksanaan Massuru' Tondok tidak berarti mereka menduakan Tuhan
(sinkritisme) tetapi mereka hadir menyatakan keterlibatan mereka untuk
memupuk kesatuan dan persatuan sebagai manusia yang berbudaya