Abstract :
THABITA TIBUKA. Teologi Pengharapan Kontekstual Tradisi Pakkayoan Ninatt Tomatua Sebelum Proses Pembibitan Padi Di GTM Jemaat Beang. Dibimbing oleh Frans Paillin Rumbi dan Admadi Balloara Dase. Penulis memilih topik ini karena penulis ingin mendeskripsikan pandangan umat Kristen mengenai Pakkayoan Ninan Tomatua serta mengkontruksi teologi pengharapan kontekstual dari tradisi Pakkayoan Ninan Tomatua di GTM Jemaat Beang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis kualitatif. Metode ini bertujuan untuk memudahkan penulis mendapatkan data dan informasi di lapangan sehubungan dengan masalah yang terjadi.
Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa tradisi Pakkayoan Ninan Tomatua yang dilakukan oleh masyarakat di Jemaat Beang dipandang sebagai bentuk penghargaan kepada para leluhur. Pakkkayoan Ninan Tomatua dilakukan sebagai sarana untuk menyatakan rasa kasih sayang serta penghormatan kepada para leluhur. Hal ini berdasarkan pada Alkitab dalam kitab Keluaran 20:21 yang mengatakan "Hormatilah ayah dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu" dan dalam kitab Ulangan 5:16. Inilah yang kemudian menjadi dasar masyarakat di Jemaat Beang melaksanakan Pakkayoan Ninan Tomatua. Mereka mengatakan bahwa penghormatan kepada orang tua tidak hanya ketika mereka masih hidup tetapi juga ketika mereka sudah meninggal. Penghargaan itu dilakukan dengan cara membersihkan kuburannya bahkan ada juga yang dikeluarkan dari kuburan untuk dirapikan kembali. Kata Kunci: Pengharapan, Teologi, Kontekstual, Berkat, Tradisi Pakkayoan Ninan Tomatua