Abstract :
ABSTRAK
Kepemimpinan pada sebuah komunitas dipengaruhi oleh budaya salah satunya adalah budaya longko?. Merelevansikan longko? dengan kepemimpinan tongkonan sangat penting dalam tatanan kehidupan orang Toraja peneliti mencoba menghadirkan kembali pandangan orang Toraja terhadap budaya longko?. Menjadi fokus dalam penelitian ini adalah mengkaji kembali sinergi budaya longko? baik dalam kelompok organisasi maupun di tongkonan. Khususnya di Tana Toraja alasan penulis melakukan penelitian di Kel. Ratte Kurra karena melihat para pemimpin tongkonan telah kehilangan fungsinya. pemimpin tongkonan memiliki pengaruh penting bagi kehidupan keluarga sebagai generasi penerus. Teori dasar dalam penelitian ini adalah hakekat kebudayaan, hakekat kepemimpinan, dan kepemimpinan Kristen. Penelitian ini akan mendeskripsikan budaya longko? di Kelurahan Ratte Kurra yang akan direlevansikan dengan kepemimpinan dalam tongkonan. Metode yang digunakan adalah Metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan teknik analisis data. Hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa budaya longko? bagi masyarakat di kelurahan Ratte Kurra merupakan salah satu norma budaya jika direlevansikan dengan kepemimpinan Tongkonan khususnya peran pemimpin dalam mengarahkan, membimbing, baik dari segala ritus-ritus yang dilaksanakan, adat ?istiadat, baik rambu tuka? dan rambu solo? terlebih dalam menjaga harga diri, martabat, dan kehormatan keluarga secara turun- temurun adalah dengan menyadari dan taat akan salah satu norma budaya yaitu longko?.
Kata kunci : Budaya longko? Pemimpin, Kepemimpinan, Tongkonan, Kepemimpinan Kristen.
ABSTRACT
Leadership in a community is influenced by culture, one of which is the longko? culture. Relevating longko? with tongkonan leadership is very important in the life of the Toraja people. Researchers are trying to bring back the Toraja people?s view of longko? culture. The focus of this research is to revieew the synergy of longko? culture both within organizational groups and in tongkonan. Especially in Tana Toraja, the reason the author conducted research in the Ratte kurra sub-district was because he saw that tongkonan leaders had lost their function. Tongkonan leaders had an important influence on family life as the next generation.
The basic theory in this research is the nature of culture,the essence of leadership, the essence of christian leadership. This research will describe the longko? culture in the Ratte Kurra sub-district which will be relevant to leadership in tongkonan. The method usd is a qualitative research method, with observational data collection techniques, interviews and data analysis techniques. The results of the author?s research conclude that the longko? culture for the people in Ratte Kurra sub-district is one of the cultural norms if it is relevant to tongkonan leadership, especially the role of leaders in directing, guide, both from all the rites carried out, customs, both rambu solo? and rambu tuka, especially in maintaining self-respect, dignity and honor of the family from generation, is by being aware of and obeying one of the cultural norms, namely longko?.
Keywords: Longko? culture, Leader, leadership, Tongkonan, Christian Leadership.