Abstract :
ABSTRAK
Kajian ini di lakukan karena menyadari masalah yang belum
terselesaikan secara tuntas selama bertahun-tahun yaitu konflik antara
desa Rantai Damai dan desa Tanete. Hampir seluruh masyarakat di
desa Rantai Damai tidak menanggapi secara serius konflik tersebut
sehingga banyak dari mereka diam dan tidak mengambil sikap secara
bertahap/berkelanjutan untuk menyelesaikannya, khususnya Gereja.
Melihat persoalan tersebut, penulis merasa resah karena konilik
ini sangat merugikan masyarakat. Oleh karena itu, penulis melihat ini
sebagai suatu masalah yang penting/genting untuk dikaji dalam tulisan
ini. Penulis memakai metode penelitian kualitatif untuk
merampungkan data-data di lapangan dengan cara mengobservasi,
mewawancarai, dan di dukung oleh buku-buku. Penulis mengamati dan
berbincang-bincang secara langsung dengan para narasumber untuk
memperoleh data yang konkret. Setelah melakukan penelitian di lapangan temyata kehadiran Gereja belum bisa memberikan perubahan yang signifikan dalam masyarakat. Gereja belum mengupayakan sepenuhnya tugas panggilannya selama ± 39 tahun yaitu mewujudkan ketenteraman,
kesejahteraan, kedamaian di tengah-tengah masyarakat.
Harapan penulis, semoga karya ilmiah ini dapat menjadi bahan
evaluasi kepada para pembaca mengenai peran-peran yang seharusnya
dilakukan oleh Gereja untuk menangani konflik yang terjadi dalam
masyarakat. Dengan demikian jika para pembaca menemui masalah
yang (hampir) sama, ia dapat menyatakan sikap dan menuangkan
pikiran dalam Gereja dan masyarakat untuk meresolusi konflik yang
sedang terjadi.
Kata kunci: Gereja, konflik, dan masyarakat