Abstract :
ARDI LIMBA, Tahun 2008 menyusun skripsi dengan judul
?RATAPANKU? dengan sub Judul Suatu Kajian Teologis-Praktis Tentang Makna Nosong Bagi Orang Kristen di Balusu.
Tulisan dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu nosong dan
nilai-nilai yang terkandung dalam nosong yang dapat ditransformasikan kedalam kehidupan bergereja. Hasil penelitian membuktikan bahwa masyarakat Balusu memahami nosong sebagai suatu ratapan yang dilakukan untuk menyembah arwah orang mati. Berdasarkan pemahaman itu penulis ingin mencari tahu bagaimana sebenarnya kebudayaan itu dikaitkan dengan iman kristen dan nilai-nilai yang terkandung dalam nosong yang dapat diterima dan ditransformasikan kedalam kehidupan bergereja.
Nosong sebagai kebudayaan merupakan warisan dari nenek moyang. Ketika nosong diambil alih kedalam kehidupan kristen muncullah pergumulan teologi yang tidak bisa diabaikan. Hakekat manusia sebagai gambar Allah adalah berbudaya. Hal ini membuat manusia untuk bertanggung jawab memelihara kebudayaan itu. Tugas manusia dalam mengemban mandat dari Allah adalah bagaimana manusia meresponi budaya nosong sehingga dapat diterima dan dinikmati serta sesuai dengan terang injil yang
mengarah kepada pemujaan Allah bukan kepada orang mati (mendiang) dan hewan-hewan yang akan dikorbankan. Dengan demikian bahwa masyarakat Balusu dalam melestarikan adat dan kebudayaan daerah agar tetap berusaha mempertahankan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran kristen dan nilai-nilai budaya yang tidak sesuai dengan ajaran kristen
ditransformasikan ke dalam injil.