Abstract :
Alfrida Dari, 2020185857. "Kajian Teologis Tentang Larangan Memakan
Hewan Sembelihan Pasangan dan Implikasinya Bagi Kehidupan Masyarakat
Lembang Palangi'". Skripsi. Jurusan Teologi Kristen, Fakultas Teologi dan
Sosiologi Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, di bimbing oleh Dr.Frans Paillin Rumbi, M.Th (Pembimbing I) dan Jems Alam, M.Si (PembimbingII). Tujuan penelitian untuk mengetahui rangkaian pandangan masyarakat di Lembang Palangi' tentang larangan memakan hewan sembelihan pasangan serta mengkaji pemahaman masyarakat dalam suatu penghayatan Teologis kultural tentang larangan memakan hewan sembelihan. Mencermati tradisi larangan memakan hewan sembelihan pasangan maka penulis menggunakan metode
kualitatif dalam menyelesaikan penelitian ini dengan mengunakan metode
penelitian kualitatif untuk mengetahui makna dibalik realitas yang tampak
dengan pendekatan studi pustaka, teknik wawancara dan juga observasi dengan menetapkan enam informan yang terdiri dari tokoh adat, pendeta, majelis dan anggota Jemaat Kajian ini penulis menjumpai bahwa hasil penelitian ini membuktikan bahwa tradisi larangan memakan hewan sembelihan pasangan ini masih dilakukan oleh masyarakat lembang Palangi', dengan demikian melalui penelitian ini disinilah peran Gereja hadir untuk memberikan edukasi tentang pemahaman kepada Masyarakat dan anggota Jemaat untuk mencari sumber ajaran tersebut kemudian mempelajarinya dan memberikan nilai-nilai kekristenan terhadap paham tersebut bahwa dulu sebelum kekristenan ada masyarakat memahami bahwa korban sembelihan pada pasangan dipahami sebagai penganti orang yang telah meninggal. Harapan yang penulis ingin capai bahwa dengan mengkaji ini budaya tradisi pemali memakan hewan sembelihan pasangan tetap dipeliahara sebagai jati diri kebudayaan pada saat yang sama dan juga dimaknai di dalam konsep kekristenan.
Alfrida Dari, 2020185857. ?Theological Study of the Prohibition of
Eating Animals Slaughtered by a Partner and Its Implications for the Life of
the Lembang Palangi Community". Thesis. Department of Christian Theology,
Faculty of Christian Theology and Sociology, Toraja State Christian Institute
(IAKN), supervised by Dr. Frans Paillin Rumbi, M. Th (Supervisor I) and Jems
Alam, M. Si (Supervisor D). The aim of the research is to find out the range of
views of the people in Lembang Palangi? regarding the prohibition of eating
slaughtered animals and to examine the understanding of the community in a
cultural theological appreciation of the prohibition of eating slaughtered animals.
Observing the tradition of prohibiting eating animals slaughtered by partners,
the authors used qualitative methods in completing this research by using
qualitative research methods to find out the meaning behind the apparent reality
with a literature study approach, interview techniques and also observation by
spedfying six informants consisting of traditional leaders, priests, assembly and
members of the congregation. In this study, the authors found that the results of
this study prove that the tradition of prohibiting eating animals slaughtered by
this pair is still carried out by the people of Lembang Palangi?, thus through this
research this is where the role of the Church is present to provide education
about understanding to the community and members of the Congregation to
seek sources of these teachings then study it and give Christian values to this
understanding that before Christianity existed, the community understood that
sacrifices for spouses were understood as substitutes for people who had died.
The hope that the author wants to achieve is that by studying this tradition, the
culture of the pemali tradition of eating slaughtered animals for their partners is
maintained as a cultural identity at the same time and is also interpreted in the
Christian concept.