DETAIL DOCUMENT
Analisis Kultural Teologis tentang Makna Mangrondon Banua dan Implikasinya bagi Pertumbuhan Iman Umat Kristiani Masyarakat Lembang Gandangbatu Kecamatan Gandangbatu Sillanan
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Paembonan, Mewa Artika Sura'
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-07-26 13:27:52 
Abstract :
Mewa Artika Sura' Paembonan, 2020186035, menyusun skripsi dengan judul Analisis Kultural Teologis Tentang Makna Mangrondon Banua Dan Implikasinya Bagi Pertumbuhan Iman Umat Kristiani di Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Mangrondon Banua, merupakan suatu ritual yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat di Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Ritual ini dilakukan pada saat orang membangun rumah ada seseorang yang terjatuh dari rumah tersebut. Masyarakat dalam Lembang Gandangbatu melakukan ritual ini dengan tujuan untuk menghindari berbagai hal-hal buruk yang bisa membuat kehidupan keluarga atau orang yang menempati rumah itu bahkan masyarakat memahami dilakukannya ritual tersebut agar mendapatkan kehidupan yang baik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara serta observasi lapangan secara langsung. Hasil penelitian ini adalah untuk bisa memahami makna dari ritual Mangrondon Banua. Masyarakat Gandangbatu tetap melaksanakan ritual terebut sebagai suatu bentuk penghargaan akan budaya dan tidak menimbulkan ketegangan dalam kehidupan kekristenan. Mewa Artika Sura' Paembonan, 2020186035, compiled a thesis entitled Cultural-Theological Analysis of the Meanings of Mangrondon Banua and Their Implications for the Growth of Christian Paith in Lembang Gandangbatu, Gandangbatu Sillanan District. yiangrodon Banua, is a ritual that is still inherent in people's lives in Lembang Gandangbatu, Gandangbatu Sillanan District. This ritual is performed when people are building a house when someone Yalls from the house. The people in Lembang Gandangbatu perform this ritual with the aim of avoiding warious bad things that can make the life of the family or the people who occupy the house and even the people understand the ritual that they are doing in order to get a good life. The research method used in this study is a qualitative method with interview techniques and direct field observations. The result of this research is to be able to understand the meaning of the Wlangrodon Banua ritual. The Gandangbatu community continues to carry out this ritual as a form of appreciation for culture and does not cause tension in Christian life. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA