DETAIL DOCUMENT
Berbohong Demi Kebaikan: Kajian Hermeneutik Yosua 2:1-24 dalam Perspektif Reader Response tentang Kisah Rahab di Jemaat To' Yasa Riu
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Todingbua', Gusti Lembang
Subject
BS The Bible 
Datestamp
2024-07-26 13:22:36 
Abstract :
Dalam kondisi tertentu, tindakan kebohongan kerap kali terjadi dengan alasan tertentu. Yosua 2:1-24 memperlihatkan tentang tindakan kebohongan yang dilakukan oleh Rahab kepada suruhan raja Yerikho. Tindakan Rahab tersebut justru membawa keselamatan kepada kedua orang pengintai tersebut. Pertanyaan yang muncul dalam hal apakah tindakan kebohongan demi kebaikan dapat dibenarkan? Bagaimana tanggapan pembaca terhadap teks Yosua 2:1-24 mengenai hal demikian? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan pembaca terhadap tindakan kebohongan yang dilakukan oleh Rahab dengan menggunakan metode Reader Response berdasarkan berdasarkan teori Stanley Fish dan Hans-Georg Gadamer. Berdasarkan hasil penelitian, tindakan kebohongan pada dasarnya merupakan tindakan yang tidak terpuji, menyakitkan dan berujung pada menghalalkan segala cara namun berbeda halnya dengan tindakan Rahab. Tindakan yang dilakukan oleh Rahab semata untuk menyelamatkan kedua orang pengintai terhadap orang-orang yang hendak berlaku jahat terhadap mereka. Ketulusan Rahab dalam membantu kedua pengintai dibuktikan melalui pengakuan Rahab bahwa Allah bangsa Israel adalah Allah yang hidup dan itu kemudian membawa kebaikan bagi Rahab dan keluarganya. Under certain conditions, acts of deceit often occur for certain reasons, in Joshua 2:1-24 it shows the acts of deceit committed by Rahab to the king of Jericho?s envoys. Rahab's actions actually brought safety to the two spies. The question that arises in terms of whether the act of lying for good can be justified? What is the reader?s response to the text of Joshua 2:1-24 regarding this matter? study aims to find out how readers respond to Rahab's deceitful actions using the Reader Response method based on the theory of Stanley Fish and Hans-Georg Gadamer. Based on the results of the research, the act of lying is basically an act that is not commendable, painful and ends in justifying any means, but this is different from Rahab's action. The action taken by Rahab was solely to save the two spies from those who wanted to do evil to them. Rahab?s sincerity in helping the two spies was proven by Rahab's confession that the God of the Israelites is a living God and that later brought goodness to Rahab and her family. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA