Abstract :
Erika Yustika Tulak: 2020186268, tahun 2022 telah menyusun
skripsi yang berjudul Analisis Dogmatis Soterisme Parandangan Ada'
Dalam Paham Warga Gereja Toraja Jemaat To'Yasa Riu. Dibawah
bimbingan Bapak Andarias T. Sitammu M.Th selaku pembimbing I dan ibu
Bema Sulle M.Th selaku pembimbing II.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan sementara penulis
Parandangan Ada' yang dilaksanakan dalam upacara Rambu Solo' membuat
jemaat kesannya memiliki dualisme kepercayaan antara Aluk Todolo dan
Iman kepercayaan kepada Yesus Kristus. Parandangan Ada' adalah aturan
dasar yang pelaksanaan setiap ritual keagamaan di Toraja dalam Aluk
Rambu Solo yang banyak dilakukan orang yang beragama Kristen dijadikan
pandangan hidup dan landasan bagi masyarakat mengembangkan diri dan
memelihara kehidupannya. Tentunya paham keselamatan dalam
parandangan ada' berbeda dengan paham keselamatan dalam kekristenan.
Keselamatan dalam Parandangan ada' diperoleh melalui ritus-ritus yang
terkandung dalam rambu solo, tentu hal ini bertentangan dalam iman
Kristiani. Calvin mengatakan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui sola
fide dan sola gratia. Begitu juga dengan Pengakuan Gereja Toraja yang
menyatakan bahwa keselamatan tidak diperoleh dengan usaha sendiri.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian
dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil wawancara dan pengamatan,
serta analisis data yang penulis lakukan dapat simpulkan bahwa
pelaksanaan Parandangan Ada' yang dilakukan dalam kehidupan jemaat
To'Yasa Riu bukan karena pemahaman akan konsep keselamatan dalam
Parandangan Ada' tetapi sebagai bentuk pelestarian budaya. Meskipun
warga jemaat gereja memahami konsep keselamatan dalam Parandangan
ada' tetapi mereka tidak membenarkan bahwasannya keselamatan yang
didapatkan melalui ritus-ritus yang terkandung dalam aluk todolo
Kekristenan saat ini melakukan adat sebagaimana mestinya yang
berarti bahwa apa yang harus dilakukan di dalam adat dan yang tidak
boleh dilakukan.
Erika Yustika Tulak: 2020186268, year 2022 has compiled a thesis entitled
Dogmatic Analysis of Parandangan Soterism Exists? in the Understanding of
Toraja Church Members of the To?Yasa Riu Congregation. Under the guidance of Mr. Andarias T. Sitammu M.Th as supervisor I and Mrs. Bema Sulle M.Th as supervisor II.
This research is motivated by the author?s temporary observation of
Parandangan Ada? which was carried out in the Rambu Solo ceremony, which
made the congregation seem to have a dualism of belief between Aluk Todolo and the belief in Jesus Christ. Parandangan Ada? is the basic rule according to which the implementation of every religious ritual in Toraja in Aluk Rambu Solo which is mostly practiced by people who are Christians is used as a way of life and the basis for sodety to develop themselves and maintain their lives. Of course, the understanding of salvation in Parandangan is different from the understanding of salvation in Christianity. Salvation in Parandangan ada? is obtained through the rites contained in the solo sign, of course this is contrary to the Christian faith. Calvin said that salvation is obtained through sola fide and sola gratia. Likewise with the Confession of the Toraja Church which States that salvation is not obtained by one's own efforts. In this study the authors used a research method with a qualitative approach. From the results of interviews and observations, as well as data analysis conducted by the author, it can be concluded that the implementation of Parandangan Ada' is carried out in the life of the To'Yasa Riu congregation not because of an understanding of the concept of safety in Parandangan Ada?, but as a form of cultural preservation. Even though the church members understand the concept of salvation in Parandangan exists, they do not justify that salvation is obtained through the rites contained in aluk todolo. Christianity is currently doing adat as it should which means that what should be done in adat and what should not be done