DETAIL DOCUMENT
Analisis Dogmatis Soterisme Parandangan Ada' dalam Paham Warga Gereja Toraja Jemaat To'Yasa Riu, Klasis Sesean
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Tulak, Erika Yustika
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-07-26 11:12:05 
Abstract :
Erika Yustika Tulak: 2020186268, tahun 2022 telah menyusun skripsi yang berjudul Analisis Dogmatis Soterisme Parandangan Ada' Dalam Paham Warga Gereja Toraja Jemaat To'Yasa Riu. Dibawah bimbingan Bapak Andarias T. Sitammu M.Th selaku pembimbing I dan ibu Bema Sulle M.Th selaku pembimbing II. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan sementara penulis Parandangan Ada' yang dilaksanakan dalam upacara Rambu Solo' membuat jemaat kesannya memiliki dualisme kepercayaan antara Aluk Todolo dan Iman kepercayaan kepada Yesus Kristus. Parandangan Ada' adalah aturan dasar yang pelaksanaan setiap ritual keagamaan di Toraja dalam Aluk Rambu Solo yang banyak dilakukan orang yang beragama Kristen dijadikan pandangan hidup dan landasan bagi masyarakat mengembangkan diri dan memelihara kehidupannya. Tentunya paham keselamatan dalam parandangan ada' berbeda dengan paham keselamatan dalam kekristenan. Keselamatan dalam Parandangan ada' diperoleh melalui ritus-ritus yang terkandung dalam rambu solo, tentu hal ini bertentangan dalam iman Kristiani. Calvin mengatakan bahwa keselamatan itu diperoleh melalui sola fide dan sola gratia. Begitu juga dengan Pengakuan Gereja Toraja yang menyatakan bahwa keselamatan tidak diperoleh dengan usaha sendiri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil wawancara dan pengamatan, serta analisis data yang penulis lakukan dapat simpulkan bahwa pelaksanaan Parandangan Ada' yang dilakukan dalam kehidupan jemaat To'Yasa Riu bukan karena pemahaman akan konsep keselamatan dalam Parandangan Ada' tetapi sebagai bentuk pelestarian budaya. Meskipun warga jemaat gereja memahami konsep keselamatan dalam Parandangan ada' tetapi mereka tidak membenarkan bahwasannya keselamatan yang didapatkan melalui ritus-ritus yang terkandung dalam aluk todolo Kekristenan saat ini melakukan adat sebagaimana mestinya yang berarti bahwa apa yang harus dilakukan di dalam adat dan yang tidak boleh dilakukan. Erika Yustika Tulak: 2020186268, year 2022 has compiled a thesis entitled Dogmatic Analysis of Parandangan Soterism Exists? in the Understanding of Toraja Church Members of the To?Yasa Riu Congregation. Under the guidance of Mr. Andarias T. Sitammu M.Th as supervisor I and Mrs. Bema Sulle M.Th as supervisor II. This research is motivated by the author?s temporary observation of Parandangan Ada? which was carried out in the Rambu Solo ceremony, which made the congregation seem to have a dualism of belief between Aluk Todolo and the belief in Jesus Christ. Parandangan Ada? is the basic rule according to which the implementation of every religious ritual in Toraja in Aluk Rambu Solo which is mostly practiced by people who are Christians is used as a way of life and the basis for sodety to develop themselves and maintain their lives. Of course, the understanding of salvation in Parandangan is different from the understanding of salvation in Christianity. Salvation in Parandangan ada? is obtained through the rites contained in the solo sign, of course this is contrary to the Christian faith. Calvin said that salvation is obtained through sola fide and sola gratia. Likewise with the Confession of the Toraja Church which States that salvation is not obtained by one's own efforts. In this study the authors used a research method with a qualitative approach. From the results of interviews and observations, as well as data analysis conducted by the author, it can be concluded that the implementation of Parandangan Ada' is carried out in the life of the To'Yasa Riu congregation not because of an understanding of the concept of safety in Parandangan Ada?, but as a form of cultural preservation. Even though the church members understand the concept of salvation in Parandangan exists, they do not justify that salvation is obtained through the rites contained in aluk todolo. Christianity is currently doing adat as it should which means that what should be done in adat and what should not be done 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA