Abstract :
ABSTRAK
Fangia Theresia, NIRM 1020143926, Tahun 2019. Menyusun skripsi dengan judul ?Tanggung Jawab Guru Sekolah Minggu Dalam Meningkatkan Kehidupan Beriman Remaja Di Jemaat Imanuel Klasis Rongkong Sabbang Baebunta?. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan bentuk- bentuk tanggung jawab guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan
kehidupan beriman remaja. Tanggung jawab guru Sekolah Minggu adalah kewajiban yang harus ditanggung dan dijalankan oleh seorang guru Sekolah Minggu dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, pembimbing dan pendidik bagi anak- anak Sekolah Minggu, sehingga anak-anak dapat
mengalami pertumbuhan rohani yang diharapkan. Ketika guru Sekolah Minggu tidak melaksanakan tanggung jawabnya dalam membina dan memotivasi anak-anak Sekolah Minggu, hal ini menyebabkan anak kurang memiliki keinginan untuk bertumbuh dalam kehidupan rohani
dan memiliki sikap yang tidak terpuji. Hal ini yang kemudian menjadi bahan pemikiran penulis untuk melihat bagaimana pelaksanaan tanggung jawab yang dilakukan oleh guru- guru Sekolah Minggu di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Baebunta dalam rangka menolong pertumbuhan rohani anak.
Dalam merampung penulisan ini, metode yang digunakan oleh Penulis adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara dan analisis. Jumlah narasumber yang diteliti adalah tiga orang guru Sekolah Minggu dan tiga anak Sekolah Minggu Gereja
Toraja Jemaat Imanuel Baebunta. Hasil wawancara dari setiap narasumber yang kemudian membantu Penulis untuk menganalisis. Dari hasil penelitian, membuktikan bahwa guru Sekolah Minggu di Gereja Toraja Jemaat
Imanuel Baebunta belum sepenuhnya bertanggung jawab terhadap tugas mereka sebagai guru Sekolah Minggu yang seharusnya dapat menolong anak-anak untuk memahami Firman Tuhan benar dengan benar, sehingga dapat mengalami pertumbuhan dengan baik. Tanggung jawab
guru Sekolah Minggu tidak hanya sekedar sebagai pengajar yang hanya menceritakan cerita yang sudah di susun dalam pedoman Sekolah Minggu tetapi lebih dari itu, guru Sekolah Minggu harus menjadi pemimpin, pendidik, gembala, motivator, pemberita Injil, penasihat, pendoa dan teladan bagi anak- anak Sekolah Minggu. Melihat hal tersebut, maka guru Sekolah Minggu diharapkan untuk tidak melalaikan tanggung jawabnya dan memperhatikan setiap kebutuhan yang diperlukan oleh anak-anak
untuk bertumbuh secara rohani.