Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Layukan, Mario Fernandon Valentino
Subject
BR Christianity
Datestamp
2024-07-26 08:41:25
Abstract :
ABSTRAK
Mario Fernando Valentino Layukan, Fakultas Teologi dan Sosiologi
Kristen. Judul Skripsi: Advent di Tana Toraja ?Analisis Sosio-Historis
Kehadiran Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Tana Toraja Serta
Sumbangsihnya Pada Dunia Pendidikan?. Di bawah bimbingan Ibu Pebe
Untung, M.Pd. dan Bapak Semuel Tokam, M.Th.
Keberadaan atau eksistensi gereja di suatu daerah tentu saja memiliki
sebuah sejarah. Sejatinya keberadaan atau eksistensi itu sendiri diawali oleh
sebuah perintisan dan akhirnya keberadaan dan eksistensi gereja tersebut secara fisik terlihat dari berdirinya bangunan gereja serta sumbangsih pelayanan yang tentunya berdampak langsung terhadap jemaat dan masyarakat sekitar. Begitupun dengan keberadaan atau eksistensi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di Tana Toraja yang merupakan daerah dengan masyarakatnya yang terkenal tetap memegang teguh adat dan kebudayaannya bahkan melestarikannya. Inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai sejarah kehadiran dan
perkembangan denominasi gereja ini serta sumbangsihnya pada bidang
pendidikan di Tana Toraja. Dalam penelitian ini, metode penelitian sejarah (historical research) dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada sejarawan (pelaku sejarah) dan pengumpulan dokumen-dokumen masa lampau merupakan metode yang penulis gunakan. Data-data yang telah terkumpul kemudian diuji kebenarannya
dan selanjutnya dilakukanlah penetapan hubungan antara data-data yang telah diperoleh. Akhirnya penulis menyajikan data-data sejarah yang telah teruji tersebut. Penjelasan singkat akan hasil penelitian yang diperoleh penulis yakni, GMAHK di Tana Toraja diperkenalkan dan dirintis oleh seorang Misionaris Adventis bernama Frans Mandolang pada tahun 1949. Selanjutnya perintisan dan perkembangan tersebut dilanjutkan oleh R.M.P. Kountur dan pioner-pioner gereja lainnya sampai hari ini. Akses jalan dan transpotasi yang kurang memadai serta Animisme orang Toraja (Aluk Todolo) yang begitu kuat bukan alasan untuk membendung pekerjaan pelayanan mereka. Pembagian buku-buku rohani dan kesehatan juga edukasi dan praktek pengobatan tradisional merupakan pendekatan utama yang dipakai dalam pekerjaan pelayanan pemberitaan Injil mereka. Berdirinya beberapa bangunan gereja dan terbukanya beberapa Sekolah Sabat Cabang (SSC) hampir di seluruh daerah di Toraja merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pelayanan mereka sampai hari ini. Eksistensi GMAHK di
Tana Toraja juga dibuktikan dengan pelayanan pada bidang pendidikan, sesuai dengan falsafah pendidikannya yang mengatakan ?fungsi pendidikan bukan sekadar memenuhi kegiatan selama hidup, tetapi juga untuk persiapan hidup yang akan datang (sejalan dengan rencana keselamatan)? sehingga, di Toraja sendiri GMAHK telah mendirikan dan menjalankan beberapa lembaga pendidikan formal dan non-formal bagi masyarakat Toraja secara umum. Kata kunci : GMAHK, sejarah, keberadaan/eksistensi dan sumbangsih.