DETAIL DOCUMENT
Studi Teologi Paham dan Starategi Penyebaran Aliran Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh di Wilayah Pangala’, Toraja Utara.
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Rendi, Yosep
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-07-25 11:42:20 
Abstract :
Penelitian akademik ini bertitik tolak dari latar belakang bahwa salah satu aliran gereja tersebut adalah komunitas yang beridentitas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Gereja ini berdiri dengan keunikannya sendiri yaitu menyebut dirinya sebagai Gereja Protestan, namun ironisnya gereja ini mengajarkan ajaran yang beibeda dengan gereja protestan. Balikan, kehadirannya memunculkan kontroversi di antara gereja-gereja di sekitarnya dengan anggapan bahwa Gereja Advent menyebarkan ajaran yang menyudutkan ajaran Gereja lain, melakukan penyebaran ajarannya kepada anggota gereja di biar organisasinya, melakukan pembabtisan ulang dan paling mencolok adalah mempertahankan hari sabtu sebagai hari pcrbaktian, dan memandang bahwa Gereja yang melakukan kebaktian/ persekutuan di hari minggu adalah persekutuan yang mengikuti ajaran kekafiran. Tujuan penelitian ini memperoleh gambaran tentang ajaran-ajaran yang dikembangkan GMAHK dan strategi yang digunakan dalam menyebarkan ajarannya. Untuk memperoleh data yang valid dan alamiah, maka dalam penelitian ini digunakan metode penelitian pada pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Hasil penelitian tentang ajaran yang dikembangkan tampak bahwa GMAHK mengajarkan ajaran yang khas meliputi: Pertama, gereja yang sisa yang diwujudkan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai umat yang mempertahankan hukum Allah. Kedua, sakramen yaitu Babtisan Kudus dan Perjamuan Kudus. Babtisan Kudus dilakukan sebagai tanda persekutuan kematian dan kebangkitan Kristus, Sedangkan Sakramen Perjamuan kudus adalah perjamuan dengan Tuhan yang dilakukan dengan makan roti tidak beragi dengan minum anggur. Peijamuan yang sah yang sesuai dengan perintah Yesus adalah perjamuan yang dilakukan oleh GMAHK yaitu perjamuan yang didahului dengan pembasuhan kaki. Ketiga, ajaran tentang Hukum Taurat sehingga Hari sabat tetap dipelihara sebagai hari perhentian, bukan hari minggu. Keempat, ajaran bahwa hukum Allah menekankan manusia hanya memakan Vegetaris karena tubuh manusia adalah bait Allah, sedangkan daging-dangingan adalah haram. Kelima, pernikahan Kudus adalah pernikahan yang menggambarkan citra Allah Keenam, ajaran tentang kebangkitan manusia dan yang jahat dibangkitkan untuk mendapat penghukuman pada akhir masa milenium. Ketujuh, ajaran tentang kerajaan seribu tahun yaitu masa antara kebangkitan pertama dan kebangkitan kedua. Dari segi metode penyebaran misinya, GMAHK secara ideal tidaklah jauh berbeda dengan model yang dikembangkan oleh Gereja maenstrem lainnya, namun fakta di lapangan konsep itu berbeda dengan praktek. Semua model dilakukan oleh gereja Masehi Advent hari Ketujuh dilakukan untuk menarik orang-orang masuk dalam persekutuan organisasinya. Sedangkan praktek misi yang sebenarnya adalah untuk menjadikan manusia menjadi murid Kristus bukan menarik orang masuk dalam persekutuan kita seperti yang lazim disebut kristenisasi dalam praktek GMAHK yaitu Adventisasi. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA