Abstract :
Toraja adalah salah satu suku etnis yang berada di Indonesia, dan suku
Toraja memiliki keunikan dan budaya yang sangat menarik bagi para wisatawan luar maupun dalam negeri. Budaya yang unik dan sangat menonjol di Toraja adalah budaya rambu tuka? dan rambu solo?. Yohanis Todingdatu, Nirm : 2020143981, menulis skripsi dengan judul ?kajian teologis falsafah toraja tentang posisi mimbar pada acara rapasan rambu solo? dan acara ma?bua? rambu tuka? di jemaat parandangan klasis parandangan.? Alasan penulis mengangkat judul ini karena melihat raelitas yang teijadi khususnya di Jemaat Parandangan bahwa posisi mimbar harus diposisikan sesuai aluk yang dilaksanakan. Kemudian yang menjadi tujuan yang akan dicapai dalam tulisan skripsi ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pandangan jemaat mengenai posisi mimbar yang dibedakan pada acara rapasan rambu solo? dan acara ma?bua? rambu tuka?, mengapa posisi mimbar harus sesuai acara yang akan dilaksanankan. Untuk itu metode yang digunakan dalam meneliti masalah ini adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan ovservasi, wawancara serta analisis kepada majelis dan anggota jemaat di Jemaat Parandangan Klasis
Parandangan. Berdasarkan hasil penelitian melalui ovservasi dan wawancara, penulis menemukan bahwa alasan posisi mimbar harus disesuaikan dengan upacara yang akan dilaksanakan karena masih kental atau melekat yang berdasar dari paham-paham aluk todolo yang menjadi budaya dan dilakukan turun-temurun sampai pada saat ini.