Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Padang, Mardiana Rol Kala'
Subject
BV Practical Theology
Datestamp
2024-07-27 05:34:03
Abstract :
Mardiana Rol Kala? Padang (20133653). Tahun 2017. Judul Skripsi
Penumpangan Tangan, dengan Sub Judul Kajian Teologis Tentang Praktik
Penumpangan Tangan yang Hanya Boleh Dilakukan oleh Pendeta dan
Implikasinya Dalam Gereja Toraja. Di bawah bimbingan Rannu Sanderan,
M.Th. Selaku pembimbing satu, dan Pdt. Drs. Daud S. Palisungan, M.Si selaku pembimbing dua Penumpangan tangan adalah salah satu simbol yang sering dijumpai dalam liturgi yang dilakukan oleh pelayan Firman, dalam hal ini paling banyak dijumpai dilakukan oleh pendeta yang diyakini sebagai wakil Allah. Penulis membahas topik ini dengan tujuan untuk mengetahui arti, makna, serta dasar teologis penumpangan tangan serta untuk mengetahui dasar Gereja Toraja hanya memberi ruang kepada Pendeta untuk menumpangkan tangan. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, Alkitab adalah landasannya sebab di dalam Alkitab termuat Firman Allah. Oleh sebab itu, penulis hendak mengkaji secara teologis arti dan makna pelaku penumpangan tangan. Untuk mencapai tujuan di atas, penulis menggunakan metode kualitatif lewat studi kepustakaan yakni mencari sumber-sumber dan referensi yang berkaitan dengan topik penumpangan tangan serta berdiskusi untuk melengkapi tulisan ini. Dari tulisan ini, penulis mengharapkan agar setiap pembaca dapat memperoleh gambaran tentang arti dan makna dan apa yang dikatakan Alkitab tentang penumpangan tangan, serta pendasaran yang dipakai oleh Gereja Toraja tentang
pelaku penumpangan tangan. Pada akhir tulisan ini penulis menyimpulkan bahwa penumpangan tangan adalah simbol yang menandakan bahwa Tuhan sedang mencurahkan berkat bagi umat-Nya yang dilakukan oleh Pelayan Firman. Dalam Gereja Toraja, penumpangan tangan hanya boleh dilakukan oleh pendeta karena terkait dengan fiingsi pengurapan pada pendeta dan tradisi Zending. Terkait dengan hal itu, Penatua dan Diaken belum dimungkinkan menumpangkan tangan karena Gereja
Toraja belum merumuskan ekslesiologinya secara detail.