DETAIL DOCUMENT
Masserongngi: Kajian Teologis Masserongngi dalam Pengucapan Syukur Panen di Gereja Toraja Jemaat Tagari Klasis Balusu
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Timang, Rani
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-07-30 15:47:22 
Abstract :
Rani Timang, jurusan teologi Kristen, menyusun Skripsi dengan judul ?Kajian Teologis Masserongngi Dalam Dalam Pengucapan Syukur Panen di Gereja Toraja Jemaat Tagari-Klasis Balusu? di bawa bimbingan Pdt. Andarias Tandi Sitammu, M.Th dan Christian E. Randalele, M.Pd.K Penulis membahas topik ini karena melihat permasalahan yang sangat penting dengan melihat keberadaan Gereja Toraja Jemaat Tagari, Klasis Balusu yang belum menyadari sepenuhnya akan nilai-nilai Teologis Masserongngi, sehingga ritus yang di jalankan selama ini beijalan begitu saja. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode kajian observasi, wawancara dan kajian pustaka. Masserongngi merupakan salah satu ritus yang telah dipraktekkan di Jemaat Tagari dari jaman dulu. Ritus ini bertujuan untuk membangun nilai-nilai Kristiani, seperti nilai kasih, kekerabatan, dan keadilan. Untuk mengetahui terlebih jauh mengenai ritus Masserongngi terlebih dahulu penulis melakukan penelitian. Sebelum teijun ke lapangan untuk memperoleh data, penulis mengawali penelitian ini dengan melakukan studi kepustakaan (Jibrary research) yaitu penulis mengambil teori dari buku-buku yang ada kaitannya dengan topik kajian. Dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif yakni wawancara dan observasi. Berdasarkan penelitian di lapangan walaupun ritus masserongngi mengalami pergesaran praktik dan mengalami pergantian nama menjadi ma ?sanduk tetapi tidak mengurangi nilai kasih yang terkandung di dalamnya. Dari nilai kasih ini maka akan menimbulkan nilai-nilai lainnya seperti nilai kekerabatan, penghargaan, dan keadilan masih dipelihara oleh Jemaat dan dengan nilai-nilai tersebut hubungan antar jemaat, orang-orang sekitar jemaat dan tamu akan semakin erat dan semakin memancarkan kasih Allah. Ritus masserongngi berbeda dengan ritus yang di lakukan dalam berbagai kegiatan adat. Dimana ritus masserongngi dalam pengucapan syukur panen benar-benar dilakukan dengan ketulusan hati sementara dalam kegiatan adat lainnya di Toraja masserongngi dilakukan untuk tujuan mengharapkan balas budi. Pada akhir tulisan ini, penulis berharap bahwa setiap para pembaca memahami arti pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam ritus Masserongngi. Dalam tulisan ini dijelaskan bahwa dengan adanya ritus Masserongngi maka jemaat akan lebih mendalami nilai-nilai Kristiani yang tertuang dalam ritus Masserongngi. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA