Abstract :
Yunita Sombo : 2020154099, MA?MANUK LOTONGNGI - Kajian
Teologis Tentang Ritual Ma?manuk Lotongngi terhadap Perkawinan
Sedarah di Dusun Pongrea? Lembang Balla Kecamatan Bittuang.
Tulisan ini mengusung judul ?MA?MANUK LOTONGNGI?, suatu upaya
untuk ?Mengkaji secara teologis tentang ritual ma?manuk lotongngi terhadap
perkawinan sedarah di Dusun Pongrea? Lembang Balla Kecamatan Bittuang.
Rumusan kajian ini merupakan sebait kalimat yang mengundang semangat
penulis untuk mempertanyakan tentang pemahaman masyarakat Dusun
Pongrea? dan bagaimana pandangan orang Kristen terhadap ritual ma?manuk lotongngi sebagaimana hal yang dilakukan untuk membenarkan perkawinan sedarah yang sering terjadi. Pada kesimpulan sementara penulis bahwa masyarakat Dusun Pongrea? dan secara khusus orang-orang yang sudah menjadi pengikut Kristus atau sudah hidup didalam Kristen melakukan pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh agama dan budaya Toraja. Dalam upaya ?Mengkaji secara teologis tentang ritual ma?manuk
lotongngi terhadap perkawinan sedarah di Dusun Pongrea? Lembang Balla
Kecamatan Bittuang?, penulis menggunakan jenis metode penelitian kualitatif
yang data-datanya diperoleh melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Berdasarkan pertimbangan yang realistis tentang informasi yang dibutuhkan, maka jumlah informan dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak delapan (8) orang. Setelah berupaya semaksimal mungkin melakukan penelitian dan menganalisis hasil penelitian secara seksama akhirnya penulis sampai pada kesimpulan bahwa sesungguhnya ma?manuk lotongngi masih dibenarkan sebagai suatu cara yang dilakukan untuk mengesahkan perkawinan sedarah dengan dasar konteks dan pesan yang ada dan juga bahwa ritual ma?manuk lotongngi tidak dilaksanakan dengan sembarangan serta tidak secara upacara namun sekarang ini hanya digunakan sebagai simbol kekeluargaan bagi kedua pasangan yang melakukannya. Meskipun ada sebagian orang yang berpendapat bahwa hal itu tidak dapat dibenarkan karena melanggar ketetapan Allah dan Adat. Dan kesimpulan inilah yang menjadi kesimpulan akhir dari penulis.