Abstract :
Situasi yang tidak menguntungkan pasti mendatangkan reaksi. Reaksi karena tidak diperlakukan sama atau ada ketidakadilan antara dirinya dibanding diri orang lain atau antara komunitasnya dibanding dengan komunitas yang lain, atau juga ada kesewenangan yang kuat terhadap yang lemah. Dari reaksi yang ada, hadirlah tindakan-tindakan yang katanya mencoba untuk memulihkan keadaan. Tindakan itu tentunya beragam, mulai dari sekedar mempertanyakan apa, kenapa dan siapa? berkembang menjadi pertengkaran, gontok-gontokkan, demonstrasi di jalan dan bahkan perlawanan anarkis. Fenomena sosial yang teijadi di Indonesia selalu mematikan optimisme kaum lemah. Gereja-gereja di indonesia dengan kesadaran akan tugas profetis-nya menjadikan masalah sosial sebagai keprihatinan utama. Kini, gereja tiba pada kesadaran sosial yang
menuntutnya berhadapan dengan penguasa. Apakah gereja harus turun dijalan-jalan untuk berdemo? Apakah Gereja juga perlu untuk gontok-gotokan? Gereja nimbrung beranarkis ria? Lewat karya tulis ini penulis akan memaparkan bagaimana hidup dan karya Iwan Fals menjadi bentuk nyata keprihatinanya terhadap fenomena sosial di Indonesia. Hidup dan karya Iwan Fals biarlah menjadi Inspirasi bagi kita, untuk memikirkan tindakan- tindakan tepat dalam upaya pelaksanaan Tugas profetis yang tetap kritis namun lebih kreatif.