DETAIL DOCUMENT
Makna Buku Leso bagi Masyarakat Lembang Buakayu dan Relevansinya pada Kepemimpinan Tallu Batu Lalikan
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Sari, Eunike
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-08-07 06:17:33 
Abstract :
ABSTRAK Eunike Sari (2023), Makna Buku Leso bagi Masyarakat Lembang Buakayu dan Relevansinya pada Kepemimpinan Tallu Batu Lalikan. Di bawah bimbingan Dr. Sulaiman Manguling, M.Th dan Dr. Kala?tiku Paembonan, M.Si. Buku Leso adalah tulang pangkal paha, yang diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada orang-orang yang memegang jabatan dalam masyarakat. Buku Leso adalah (buku = tulang, leso = sendi) yaitu tulang sendi dari kerbau (sendi paha kaki muka atau kaki belakang) dengan daging yang melekat padanya. Kepemimpinan Tallu Batu Lalikan terdiri dari tokoh adat, agama dan pemerintah. Ketiga unsur ini tidak dapat dipisahkan dan telah memiliki peran masing-masing dengan tujuan secara bersama-sama menghadirkan kerajaan Allah di dunia. Penulis membahas topik ini agar dapat mengetahui apa makna dari pemberian Buku Leso dan apa relevansi dari pemberian Buku Leso pada kepemimpinan Tallu Batu Lalikan di lembang Buakayu. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari buku sebagai referensi dan dari hasil observasi serta wawancara dengan informan yang telah ditentukan oleh penulis. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa makna yang terkandung dalam pemberian Buku leso adalah penghargaan bagi penerimanya dan pemberian buku leso masih relevan dengan kepemimpinan Tallu Batu Lalikan karena dengan pemberian buku leso pemimpin dari setiap komponen ini menyadari dengan benar setiap tugas dan tanggung jawabnya dalam masyarakat. Kata Kunci: Buku Leso, Kepemimpinan, Kepemimpinan Kristen, Kepemimpinan Tallu Batu Lalikan. ABSTRACT Eunike Sari (2023), The meaning of the Buku Leso for the Lembang Buakayu community and its relevance to the leadership of Tallu Batu Lalikan. Under the guidance of Dr. Sulaiman Manguling, M.Th and Dr. Kala'tiku Paembonan, M.Si. Buku Leso is the hip bone, which is given as a form of appreciation to people who hold positions in society. The Tallu Batu Lalikan leadership consists of traditional, religious and government leaders. These three elements cannot be separated and have their respective roles with the aim of jointly bringing God's kingdom to life in the world. The author discusses this topic in order to find out what the meaning of giving the Buku Leso is and what is the relevance of giving the Buku Leso to the leadership of Tallu Batu Lalikan in Lembang Buakayu. This research uses qualitative field research. The data sources in this research come from books as references and from the results of observations and interviews with informants who have been determined by the author. The conclusion of this research is that the meaning contained in giving the Buku Leso is appreciation for the recipient and giving the Buku Leso is still relevant to the leadership of Tallu Batu Lalikan because by giving the Buku Leso the leaders of each component are properly aware of each of their duties and responsibilities in society. Keywords: Buku Leso, Leadership, Christian Leadership, Tallu Batu Lalikan Leadership. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA