Abstract :
Dalam skripsi ini penulis mengkaji tentang pemahaman Jemaat Patongko mengenai bencana padi yang dimakan oleh hama dan tanah longsor yang terjadi, bencana yang terjadi akhir-akhir ini tidak terlepas dari peran manusia yang merusak lingkungan hidup. Bencana alam bukan merupakan penghukuman dari Tuhan atas dosa manusia, tetapi bisa saja bencana merupakan sebuah teguran dari Tuhan untuk menyadarkan manusia atas tindakannya merusak alam. Bencana yang terjadi untuk orang yang benar dan orang yang tidak benar, karena itu bencana harus diterima, diwaspadai, dan dikurangi akibat buruknya dengan semakin memperkuat iman, memperkokoh komitmen moral, dan menerima penderitaan sebgaai bagian dari hidup yang normal.Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara kepada 9 informan, untuk mendapatkan informasi atau pemahaman jemaat tentang bencana. Penelitian yang dilakukan di Jemaat Patongko Klasis Sa'dan menunjukkan bahwa menanggapi peristiwa alam yang terjadi, warga jemaat