Abstract :
ABSTRAK
Persoalan ekologis semakin sering dibicarakan karena keseimbangan dan
kelestarian bumi semakin terancam. Penduduk dunia semakin banyak
merasakan dan menyaksikan berbagai bencana alam akibat kerusakan
lingkungan hidup. Perubahan iklim, kekeringan, pemanasan global, dan masalah ketidakseimbangan ekologis lainnya. Karena itu, isu ekologis perlu mendapat perhatian yang besar termasuk melalui peran Gereja.
Melalui tulisan ini, penulis menawarkan sebuah paradigma misi yang
berwawasan ekologi dengan tujuan menghasilkan sebuah landasan misi yang berporos pada lingkup ekologi. Yang mana hal ini relevan dengan melihat kondisi kerusakan lingkungan hidup yang semakin terasa dampaknya bagi ekuilibrium kehidupan. Metode yang dipakai dalam tulisan ini yaitu metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka (library research) untuk mengumpulkan data-data dan referensi atas fenomena kerusakan alam di Indonesia dan secara khusus di Toraja dalam terang etika tanggung jawab Hans Jonas. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan melakukan wawancara langsung ke pihak yang bersangkutan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam tulisan ini. Dari kajian tersebut yang diperoleh bahwa etika tanggung jawab Hans Jonas menawarkan sebuah cara berpikir baru dalam konteks pelayanan Gereja Toraja yaitu manusianya sebagai gereja harus melestarikan dan menjaga keutuhan alam sebagai bentuk tanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan baik di masa sekarang maupun di masa depan. Tindakan melestarikan lingkungan hidup itu hanya dapat terjadi ketika dalam diri setiap manusia ada ketakutan untuk merusak alam ini karena alam pada dasarnya memiliki hak moral. Kata Kunci: Etika Tanggung Jawab; Hans Jonas; Paradigma Misi; Krisis Ekologis; Gereja Toraja
ABSTRACT
Ecological issues are increasingly discussed because the balance and
subtainability of the earth is increasingly threatened. The world's population is increasingly experiencing and witnessing various natural disastcrs due to environmental damage. Climate change, drought, global ivarming and other ecological imbalance problems. Therefore, ecological issues neeed to receive great attention, including through the role ofthe Church.
Through this article, the author offers a mission paradigm with an ecological
perspective with the aim of producing a mission foundation that pivots on the ecological sphere. This is relevant condisering the condition of environmental damage which is increasingly having an impact on the balance oflife. The rnethod used in this paper is a qualitative research method thruogh library research to collect data and references oh the phenemenon of natural destruction in Indonesia and specifically in Toraja in the light of Hans Jonas' ethics of responsibility. The author also conducted field research by conduting direct interviews with the parties concerned to obtain the data needed in this paper. From this study, it was found that Hans Jonas' ethics of responsibility offers a new way of thinking in the context of Toraja
Church Services, namely the people as a church niust preserue and mintain the integrity of nature as a from of responsibility for the continuity oflife both now and in the future. Actions to preserve the environment can only occur when zuithin every human being there is afear destroying nature because nature basiclly has moral rights.