Abstract :
ABSTRAK
Masyarakat yang majemuk akan rentan dengan terjadinya konflik. Namun berbeda yang terjadi di Desa Maindo Kecamatan Bastem Kabupaten Luwu, masyarakat hidup dengan harmoni meskipun berada dalam organisasi denominasi gereja yang berbeda. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mendeskripsikan bagaimana kajian teologis harmoni antar gereja dalam menjaga kesinambungan hidup bermasyarakat.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif jenis deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ikatan yang harmoni antar geraja dalam menjaga kesinambungan hidup bermasyarakat di desa maindo kecamatan bastem kabupaten luwu terjadi karena ikatan kekeluargaan dan juga kekerabatan. Upaya untuk menjaga harmoni sebagai bentuk kesinambungan hidup bermasyarakat dapat dilakukan dengan membangun komunikasi, saling menghargai, membangun kerja sama, mengajarkan prinsip-prinsip teori denominasional kepada anggota gereja dan memupuk toleransi.
Kata Kunci : Harmoni, Kesinambungan Hidup, Konflik.
ABSTRACT
A diverse society will be vulnerable to conflict. However, this is different from what happened in Maindo Village, Bastem District, Luwu Regency, the community lives in harmony even though they are in different church denomination organization. This is what prompted the author to describe how the theological study of harmony between churches can maintain the continuity of social life.
In this research the author used a descriptive qualitative research method, data collection techniques used were interviews and observation. The research finding show that harmonious ties berween churches in maintaining the continuity of social life in Maindo village, Bastem subdistrict, Luwu kinship. Efforts to maintain harmony as a building communication, respecting each other, building cooperation, taught the principles of denominational theory to church members and fostered tolerance.
Keywords: Harmony, Continuity of Life, Conflict,