Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Oko, Emiliana Javanika Abid
Subject
BV Practical Theology
Datestamp
2024-08-20 20:03:34
Abstract :
Abstrak
Seseorang mengalami kecemasan ketika mereka tidak mampu meluaskan kesadarannya tentang menjadi bebas dan bertanggung jawab atas keputusan hidup mereka sendiri. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi kecemasan pendeta sebagai dampak dari konflik jemaat Musafir Pontanakayyang berdasarkan teori Eksistensial Humanistik. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan ini memungkinkan penulis menganalisis regulasi kecemasan pendeta dalam memaknai pengalaman konflik yang ia alami berdasarkan Eksistensial Humanistik. Penulis menemukan bahwa pendeta memilih alternatif yang diberikan oleh suami, tokoh-tokoh jemaat, dan ketua majelis untuk menyelesaikan masalah penolakan pelayanan dari 13 KK sehingga ia menemukan makna untuk tidak menyerah pada orang yang ingin menjatuhkannya, lebih meningkatkan pelayanannya, serta menguatkan dirinya untuk mengaktualkan potensinya yaitu memprogramkan perkunjungan ulang tahun dan memaksimalkan pelayanannya. Hasil penelitian ini menjadi bahan bagi pembaca untuk mengalami keberadaannya secara sadar bahwa ia mampu bertindak berdasarkan kemampuannya dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Kata Kunci : Eksistensial Humanistik; Kecemasan; Fenomenologis
Abstrack
A person experiences anxiety when they are unable to expand their awareness of being free and responsible for their own life decisions. This thesis aims to describe the pastor's anxiety regulation as a result of the conflict with the Musafir Pontanakayyang congregation based on Existential Humanistic theory. The approach used is a qualitative method with a phenomenological approach. This approach allows the author to analyze the pastor's anxiety regulation in interpreting his conflict experience. After analyzing the pastor's anxiety regulation based on Existential Humanistic, the author found that the pastor chose the alternatives given by her husband, congregational leaders, and the head of the assembly to solve the problem of rejection of services from 13 families so that she found the meaning not to give up on people who wanted to bring her down, further improve her service, and strengthen herself to actualize her potential, namely programming birthday visits and maximizing her services. The results of this study are material for readers to experience their existence consciously that they are able to act based on their abilities and take responsibility for themselves.
Keywords: Existential Humanistic; Anxiety; Phenomenological