Abstract :
ABSTRAK
Analisis Pemahaman Warga Gereja terhadap Tradisi Mappacci di Gereja Toraja Jemaat Soppeng Klasis Pare-Pare. Penelitian ini menganalisis pemahaman warga gereja terhadap tradisi mappacci di Gereja Toraja Jemaat Soppeng. Tradisi mappacci dipercaya sebagai tradisi penyucian diri bagi calon pengantin sebelum melaksanakan pernikahan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi mappacci yang memegang peranan penting dalam upacara perkawinan sebagai simbol penyucian spiritual dan pemurnian diri sebelum memulai kehidupan berumah tangga. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja Toraja di Jemaat Soppeng Klasis Pare-Pare mengintegrasikan tradisi mappacci dengan ajaran Kristen, mengubah makna ritual untuk mencerminkan nilai-nilai seperti kesucian dan pengampunan dalam Alkitab. Partisipasi dalam mappacci tidak hanya menghormati tradisi adat Bugis, tetapi juga memperdalam pengertian akan kesucian spiritual dalam kekristenan. Dan tradisi ini sama sekali tidak memengaruhi keyakinan dan praktik keagamaan di Gereja Toraja Jemaat Soppeng, warga jemaat hanya menjadikan tradisi ini sebagai kebiasaan turun-temurun yang dilestarikan.
Kata Kunci: Tradisi mappacci, penyucian diri, Gereja Toraja Jemaat Soppeng Klasis Pare-Pare.
ABSTRACT
Analisis Pemahaman Warga Gereja terhadap Tradisi Mappacci di Gereja Toraja Jemaat Soppeng Klasis Pare-Pare. This research analyzes church members' understanding of the mappacci tradition in the Toraja Church of Soppeng. The mappacci tradition is believed to be a tradition of self-purification for the bride and groom before carrying out the marriage. This research is motivated by the mappacci tradition which plays an important role in the marriage ceremony as a symbol of spiritual purification and self-purification before starting a married life. Descriptive qualitative method was used with data collection techniques through literature study, observation, and interviews.
The results showed that the Toraja Church in Soppeng Congregation Pare-Pare Klasis integrated the mappacci tradition with Christian teachings, changing the meaning of the ritual to reflect values such as holiness and forgiveness in the Bible. Participation in mappacci not only honors traditional Bugis customs, but also deepens the understanding of spiritual sanctity in Christianity. And this tradition does not in any way affect religious beliefs and practices in the Toraja Church of Soppeng, the congregation simply keeps this tradition as a hereditary custom that is preserved.
Keywords: Mappacci tradition, self-purification, Toraja Jemaat Soppeng Klasis Pare-Pare