DETAIL DOCUMENT
Analisis Gender terhadap Representasi Hegemoni Maskulinitas dalam Ukiran Pa'manuk Londong pada Rumah Tongkonan Dulang Tua Pangrante
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Pandung, Jondri Josua
Subject
GT Manners and customs 
Datestamp
2024-08-29 14:22:55 
Abstract :
ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada analisis gender terhadap representasi hegemoni maskulinitas dalam ukiran Pa'manuk Londong pada rumah Tongkonan Dulang Tua Pangrante dalam budaya Toraja. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bagaimana simbol Pa'manuk Londong mencerminkan dan memperkuat konsep maskulinitas hegemonik dalam konteks sosial dan budaya Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap makna simbolik dan implikasi sosial-budaya dari ukiran Pa'manuk Londong.Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep hegemoni maskulinitas, yang diaplikasikan dalam konteks analisis gender terhadap simbol-simbol budaya Toraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukiran Pa'manuk Londong memiliki peran kompleks dalam masyarakat Toraja, melampaui fungsi dekoratifnya. Simbol ini merepresentasikan nilai-nilai maskulinitas yang dominan, seperti kekuatan, keberanian, dan kepemimpinan, yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sosial, hukum adat, dan pandangan hidup masyarakat Toraja. Analisis mengungkapkan adanya dualitas gender dalam simbol ini, di mana elemen maskulin (ayam jantan) berinteraksi dengan elemen feminin (rumah Tongkonan), menciptakan dinamika unik dalam struktur simbolik Toraja. Meskipun ukiran Pa'manuk Londong menunjukkan aspek egaliter dalam penggunaannya, ia tetap mencerminkan hierarki sosial yang ada. Kemampuan adaptasi simbol ini dalam konteks modern, seperti dalam industri pariwisata, menunjukkan fleksibilitas tradisi Toraja dalam menghadapi perubahan zaman. Kata Kunci: Hegemoni Maskulinitas, Pa'manuk Londong, Analisis Gender ABSTRACT This research focuses on a gender analysis of the representation of hegemonic masculinity in the Pa'manuk Londong carving on the Tongkonan Dulang Tua Pangrante house in Torajan culture. The study aims to identify how the Pa'manuk Londong symbol reflects and reinforces the concept of hegemonic masculinity within the social and cultural context of Toraja. The research employs a qualitative approach, enabling an in-depth exploration of the symbolic meanings and socio-cultural implications of the Pa'manuk Londong carving. The main theoretical framework used in this research is the concept of hegemonic masculinity, applied in the context of gender analysis to Torajan cultural symbols. The findings reveal that the Pa'manuk Londong carving plays a complex role in Torajan society, transcending its decorative function. This symbol represents dominant masculine values such as strength, courage, and leadership, which are reflected in various aspects of social life, customary law, and the worldview of Torajan society. The analysis uncovers a gender duality within this symbol, where masculine elements (rooster) interact with feminine elements (Tongkonan house), creating a unique dynamic in the Torajan symbolic structure. Although the Pa'manuk Londong carving demonstrates egalitarian aspects in its use, it still reflects existing social hierarchies. The adaptability of this symbol in modern contexts, such as in the tourism industry, demonstrates the flexibility of Torajan traditions in facing changing times. Keywords: Hegemonic Masculinity, Pa'manuk Londong, Gender Analysis 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA