DETAIL DOCUMENT
Kajian Teologis tentang Makna Lantang Pangngan pada Upacara Rambu Solo’ dan Implikasinya bagi Pemuda Kristen di Madandan
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Sallo', Jein Novita
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-08-29 15:11:06 
Abstract :
ABSTRAK Jein Novita Sallo?. ?Kajian Teologis tentang Makna Lantang Pangngan pada Upacara Rambu Solo? dan Implikasinya bagi Pemuda Kristen di Madandan? (Dibimbing oleh Dr. Agustinus Ruben, M.Th. dan Dr. Calvin Sholla Rupa?, M.Th.). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna lantang pangngan dalam upacara rambu solo? dan implikasinya bagi pemuda Kristen di Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Tempat penelitian dilakukan Madandan, tepatnya di Lembang Tonglo Kecamatan Rantetayo Tana Toraja. Sumber data dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, lantang pangngan adalah bagian dari upacara rambu solo? yang hanya dilaksanakan ketika ada orang yang meninggal diusia muda (tomate malolle?). Makna yang terkandung dalam pelaksanaan lantang pangngan yakni menggambarkan hubungan tali persaudaraan yang erat, nilai-nilai social yang tinggi baik dari keluarga maupun dari sahabat, symbol cinta kasih, pengharapan dan penghiburan bagi keluarga yang dilanda dukacita. Kata Kunci : Lantang Pangngan, Rambu Solo?, Makna. ABSTRACT Jein Novita Sallo'. "Theological Study of the Meaning of Loud pangngan at the rambu solo' Ceremony and Its Implications for Christian Youth in Madandan" (Supervised by Dr. Agustinus Ruben, M.Th. and Dr. Calvin Sholla Rupa', M.Th.). This research aims to describe the meaning of lantang pangngan in the rambu solo' ceremony and its implications for Christian youth in Tana Toraja. This study used qualitative research methods. Madandan conducted the research, precisely in Lembang Tonglo, Rantetayo Tana Toraja District. Data sources in research are primary data and secondary data. Based on the results of the research, thekeras pangngan is part of the rambu Solo' ceremony which is only carried out when someone dies at a young age (tomate malolle'). The meaning contained in the implementation of the loud pangngan is that it depicts close kinship relationships, high social values from both family and friends, a symbol of love, hope and consolation for families who are stricken with grief. Keywords: Lantang Pangngan, Rambu Solo' , Meaning. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA