Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena flexing yang terjadi di Gereja POUK Jemaat Kanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang spiritualitas ugahari dalam 1 Timotius 2:9-10 terhadap fenomena flexing berdasarkan sudut pandang teologis dan implikasinya bagi Gereja POUK Jemaat Kanaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui pendekatan tafsir. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Berdasarkan hasil penelitian maka spiritualitas ugahari berdasarkan 1 Timotius 2:9-10 menekankan tentang sikap hidup sederhana, secara khusus dalam ibadah yang berfokus pada dandanan rohani yakni perbuatan baik bukan pada hal yang dikenakan seperti pakaian mahal, emas ataupun mutiara dan juga mengutamakan kehidupan yang senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Spiritualitas ugahari dalam 1 Timotius 2:9-10 dapat diterapkan dalam kehidupan jemaat di Gereja POUK Jemaat Kanaan. Hal ini karena di Gereja POUK Jemaat Kanaan terdapat realitas fenomena flexing yang terjadi. Sehingga, untuk meminimalisir fenomena flexing yang terjadi sangat penting untuk menanamkan spiritualitas ugahari di tengah kehidupan berjemaat.
Kata Kunci: Spiritualitas Ugahari, 1 Timotius 2:9-10, Fenomena Flexing
ABSTRACT
This research was motivated by the flexing phenomenon that occurred at the POUK Canaan Congregation Church. This research aims to understand the simple spirituality in 1 Timothy 2:9-10 regarding the flexing phenomenon from a theological perspective and its implications for the Canaan Congregation POUK Church. This research is qualitative through an interpretation approach. Data collection techniques include literature study and field study (observation, interviews and documentation). Based on research results, simple spirituality in 1 Timothy 2:9-10 emphasizes a simple lifestyle, especially in worship, prioritizing spiritual adornment through good deeds rather than wearing expensive clothes, gold or pearls and also prioritize a life that is always grateful to God. The simple spirituality in 1 Timothy 2:9-10 can be applied in the life of the POUK Canaan Congregation Church. Because, the reality of the flexing phenomenon exists in the Canaan Congregation POUK Church. Therefore, to minimize the flexing phenomenon, it is important to instill simple spirituality in the church community.
Keywords: Ugahari Spirituality, 1 Timothy 2:9-10, Flexing Phenomenon