Abstract :
Abstrak
Kajian Teologis-Sosiologis Tentang Rumah Adat Leppo Bara Sebagai Simbol Ikatan Masyarakat Seko Wilayah Adat Pohoneang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis Tentang Rumah Adat Leppo Bara sebagai Simbol Ikatan Masyarakat Seko Khususnya di Wilayah Adat Pohoneang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis. Data yang dikumpulkan melalui wawancara kepada beberapa informan yaitu Tobara?, Tokoh masyarakat adat, majelis jemaat dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat adat di Seko khususnya diwilayah adat Pohoneang rumah adat Leppo Bara sebagai simbol ikatan masyarakat adat di wilayah Pohoneang karena Leppo Bara memiliki nilai Sallombengang didalamnya, dimana penyelesaian konflik , tetapi dipersatukan dalam Leppo Bara, maka dari itu leppo bara dikatakan sebagai pemersatu, dan Sallombengang memiliki nilai yaitu memadukan setiap perbedaan, unsur-unsur perbedaan di dalam masyarakat bahwa semua kita setara di dalam Sallombengang, baik sebagai pejabat atau masyarakat biasa adalah kita setara di dalam Sallombengang. Nilai Sallombengang itu adalah salah satu tempat untuk menghidupi itu adalah Leppo Bara dan dengan demikian Sallombengang sendiri memiliki asas nilai, asas filosofi, asas norma asas moralitas.
Kata Kunci: Teologis, Sosiologis,Rumah Adat Leppo Bara, Simbol Ikatan
Abstract
The thesis title Theological-Sociological Study Of house Adat Leppo Bara a symbol of Social Cohesion of Seko Pohoneang
This research aims to examine and analyze the Leppo Bara traditional house as a symbol of community ties in the Seko society, specifically in the Pohoneang customary territory, This method uses a qualitative apporoach with descriptive analysis. Date was collected through interviews with several infromants, including Tobara?, traditional community leaders, and chruch councils, as well as direct observation in the field. The results of this research indicate that in the traditional Seko community, especially, in the Pohoneang customary territory, the Leppo Bara traditional house serves as a symbol of community ties in the Pohoneang area because Leppo Bara holds the value of Sallombengang within it. In resolving conflicts, individuals are united in the Leppo Bara. Therefore, Leppo Bara is considered a unifier, and Sallombengang has the value of integrating every difference, differences within the community, showing that we are all equal in Sallombengang, whether as officials or ordinary people. The value of Sallombengang is a place to live, which is Leppo Bara, and thus Sallombengang it self has principles of value, philosophy, norms, and morality.
Keywords: Theological, Sociological, Leppo Bara Traditional house, Symbol of Unity