Abstract :
Masalah penelitian adalah adanya krisis ekologi yang kian marak terjadi di beberapa daerah. Krisis ekologi yang disebabkan oleh gaya hidup manusia yang terlalu konsumtif, serakah, dan boros mengakibatkan alam mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan spirit keugaharian dalam mengatasi krisis ekologi. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dimana tehnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Serta melakukan kajian hermeneutik metode gramatikal historis. Hasil yang diperoleh adalah masyarakat Sisango mempunyai gaya hidup yang boros, konsumtif yang mengakibatkan mereka membuka lahan pertanian, dengan menebang pohon dihutan sampai menggundulinya akibatnya adalah kerusakan lingkungan. Sebagai orang percaya spirit keugaharian harus ditanamkan dan di praktekkan. Jika spirit keugaharian ini dapat dihidupi akan membuat alam terjaga dan keseimbangan akan terjadi antara alam dan kehidupan manusia.
The research problem is the ecological crisis which is increasingly occurring in several areas. The ecological crisis caused by human lifestyles that are too consumptive, greedy and wasteful results in nature being damaged.
This research aims to explain the spirit of frugality in overcoming the ecological crisis. The author uses a qualitative research method where data collection techniques are observation and interviews. As well as conducting a hermeneutic study of historical grammatical methods. The results obtained are that the Sisango people have a wasteful, consumptive lifestyle which results in them clearing agricultural land, cutting down trees in the forest and denuding them, the result is environmental damage. As a believer, the spirit of frugality must be instilled and practiced. If this spiritual spirit can be lived out, nature will be maintained and balance will occur between nature and human life.