Abstract :
ABSTRAK
Tradisi ma?tundui di Lembang Burasia merupakan tradisi gotong-gorong, tolong menolong saling membantu yang dilakukan dengan tidak menuntut timbal balik namun seiring berjalannya waktu terjadi perubahan sosial yang kemudian menyebabkan beberapa masyarakatnya mengganggap bahwa tradisi ini dilakukan dengan menuntut timbak balik. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna solidaritas masyarakat dalam tradisi ma?tundui Di Lembang Burasia Kecamatan Bittuang.
Dalam Penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan, wawancara dan observasi, dan dalam menganalisis penulis mereduksi data, mendisplay data dan menguji keabsahan data.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa tradisi ma?tundui yang dilakukan di lembang Burasia merupakan tradisi gotong royong, saling membantu, tolong menolong dengan iklas tanpa mengharapkan imbalan, serta solidaritas masyarakat Burasia masih cukup tinggi.
Kata Kunci: Teologis Sosiologis, Solidaritas, Ma?tundui
ABSTRACT
The ma?tundui tradition in Lembang Burasia is atraditional of mutual cooperation, helping each other, which is done without demanding reciprocity, but as time goes by social changes occur which then caused some people to think that this tradition was carried out by demanding reciprocity. This research aims to analyze the meaning of community solidarity in the ma'tundui tradition in Lembang Burasia, Bittuang District.
In this research the researder used descriptive qualitative research. The data collection techniques used are literature study, interviews and observation, and in analyzing the researder reduces the data, displays the data and tests the validity of the data.
The results of research conducted by the researder show that the ma'tundui tradition carried out in Lembang Burasia is a tradition of mutual cooperation, helping each other, helping sincerely without expecting anything in return, and the solidarity of the Burasian community is still quite high.
Keywords: Theological Sociological, Solidarity, Ma'tundui