Abstract :
ABSTRAK
Pada dasarnya manusia sering berjumpa dengan situasi-situasi yang tidak dapat dibaca melalui sastra bahasa atau logika. Sama halnya dengan simbol-simbol, yang sering dijumpai dalam setiap perjalanan hidup manusia yang begitu beragam. Pada umumnya masih banyak orang yang tidak mengerti makna-makna dari setiap simbol yang ada sehingga hal itu dianggap sebagai sebuah pelengkap atau sebagai sebuah ornament saja.
Pohon sendana dalam konteks budaya Toraja, sering dijumpai dalam ritus-ritus ibadah penahbisan rumah tongkonan. Terlebih di sebagian daerah di Toraja, pohon sendana juga sudah dapatkan pada penahbisan gedung gereja. Namun masih banyak jemaat dan masyarakat yang tidak terlalu paham apa makna dari pohon tersebut. Latar belakang inilah penulis mengangkat topik ini untuk dikaji dengan sebuah metode menafsirkan makna-makna pada simbol-simbol yang ada yaitu metode semiotika.
Diharapkan dengan adanya sebuah pemaknaan yang benar mengenai sendana maka gereja dapat lebih muda berteologi diseputar simbol-simbol dalam budaya Toraja. Agar konteks dimana gereja berada, teologi dapat dikembangkan dengan baik dan benar sesuai dengan Firman Allah.
Kata Kunci: Simbol, sendana, Semiotika, Gereja.