Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Sandangan, Cantika Yuni Triyani
Subject
BV Practical Theology
Datestamp
2024-09-05 15:24:26
Abstract :
ABSTRAK
Ma'badong merupakan tarian kedukaan yang menjadi bagian integral dari
ritual Rambu Solo? atau upacara pemakaman dalam tradisi suku Toraja di
Sulawesi Selatan. Tarian ini memiliki fungsi unik sebagai sarana untuk
menghibur keluarga jenazah, menunjukkan bahwa dalam budaya Toraja,
ekspresi duka cita dapat diwujudkan melalui gerak tari yang bermakna.
Dalam tulisan ini, penulis menerapkan metode penelitian kualitatif yang
mengusung pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan
mencankup wawancara dan observasi. Temuan penelitian menemukan bahwa
keterlibatan kaum perempuan dalam ma'badong di Desa Bangun Karya adalah
sebagai bentuk untuk senantiasa melestarikan budaya Toraja. Hal ini nampak
dari adanya relasi mereka dengan sesama manusia, karena mereka memaknai
ma'badong sebagai bentuk kepedulian yang sangat tinggi terhadap keluarga yang
berduka dan memberi topangan dan penguatan-penguatan bagi keluarga
melalui Badong sebagai bentuk dari teologi gender. Namun keterlibata
perempuan dalam ma' badong di Desa Bangun Karya merupakan hal yang masih
sangat kurang. Karena keterlibatan kaum perempuan dalam ma'badong secara
khusus di Desa Bangun Karya banyak perempuan yang tidak berpartisipasi di
dalamnya atau mengambil bagian dalam ma'badong
Kata Kunci: Keterlibatan perempuan, Ma'Badong, Rambu Solo, Teologi, Gender perempuan.
ABSTRACK
Ma'badong is a mourning dance that is an integral part of the Rambu Solo'
ritual or funeral ceremony in the tradition of the Toraja tribe in South Sulawesi. This
dance has a uniquefunction as a means of comforting thefamily ofthe deceased, showing
that in Toraja culture, expressions of grief can be realized through meaningful dance
movements.
In this paper, the author applies a qualitative research method that uses a
descriptive approach. Data collection techniques used include interviews and observation.
Research findings found that women's involvement in ma'badong in Bangun Karya
Village is a form of continuing to preserve Toraja culture. This can be seen from their
relationships with fellow humans, because they interpret ma'badong as a form of very
high concernfor bereaved families and providing support and strengtheningforfamilies
through Badong as a form of gender theology. However, women's involvement in ma'
badong in Bangun Karya Village is still very lacking. Due to the involvement ofwomen
in ma'badong specifically in Bangun Karya Village, many women do not participate in it
or take part in ma'badong.
Keywords: Women's involvement, Ma'Badong, Rambu Solo, Theology, Gender, Women