DETAIL DOCUMENT
Pertobatan Berbasis Kearifan Lokal: Kajian Teologis Kontekstual terhadap Ritual Hambuam Langi’ Baseam Bottoh di Lakahang Kabupaten Mamasa Kecamatan Tabulahan
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Putri, Eltin Sri Karni
Subject
BV Practical Theology 
Datestamp
2024-09-05 18:49:49 
Abstract :
ABSTRAK Pemilihan topik ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis mengenai pertobatan yang di lakukan oleh masyarakat Lakahang secara kearifan lokal yang di sebut ritual Hambuam Langi? Baseam Bottoh untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam semesta. Pertobatan yang di lakukan harus mempersembahkan korban sebagai bukti bahwa pelaku atau orang yang jatuh ke dalam dosa perzinahan telah mengakui dosanya dengan sungguh dan korban di percaya untuk membersihkan kampung dari masalah yang ada sehingga kampung itu tetap dalam keadaan yang baik. Skripsi ini bertujuan untuk melihat : bagaimana kajian teologi kontekstual terhadap ritual Hambuam Langi? Baseam Bottoh di Lakahang Kabupaten Mamasa Kecamatan Tabulahan. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dengan tujuan untuk mendapatkan informasi terkait masalah yang dikaji oleh penulis. Berdasarkan hasil wawancara serta analisis data, maka dapat di simpulkan bahwa pertobatan yang dilakukan oleh masyarakat Lakahang adalah ritual yang telah turun temurun dan tidak bisa di hilangkan karena dipercaya sebagai pairam (harapan) dalam masyarakat. Pendekatan yang di lakukan yaitu model sintesis maka dapat di katakana bahwa kita diajarkan untuk terus menghargai nilai- nilai yang ada dalam budaya seperti dalam ritual Hambuam Langi? Baseam Bottoh, namun disamping itu tetap memelihara ajaran kekristenan. Kata Kunci : Pertobatan, Kearifan Lokal, Teologis Kontekstual, Ritual, Hambum Langi? Baseam Bottoh. ABSTRACT The choice of this topic was motivated by the author's observations regarding the repentance carried out by the Lakahang community using local wisdom called the Hambuam Langi' Baseam Bottoh ritual to maintain harmony between humans and the universe. The repentance that is carried out requires offering a sacrifice as proof that the perpetrator or person who has fallen into the sin of adultery has truly admitted his sin and the sacrifice is believed to cleanse the village of existing problems so that the village remains in good condition. This thesis aims to see: how the contextual theological study of the Hambuam Langi' Baseam Bottoh ritual in Lakahang, Mamasa Regency, Tabulahan District. The method used is qualitative research by conducting interviews with the aim of obtaining information related to the problem studied by the author. Based on the results of interviews and data analysis, it can be concluded that the repentance carried out by the Lakahang community is a ritual that has been passed down from generation to generation and cannot be eliminated because it is believed to be a pairam (hope) in society. The approach taken is a synthesis model, so it can be said that we are taught to continue to respect the values that exist in culture, such as in the Hambuam Langi' Baseam Bottoh ritual, but apart from that, we still maintain Christian teachings. Keywords: Repentance, Local Wisdom, Contextual Theology, Ritual, Hambum Langi' Baseam Bottoh. 
Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA