Abstract :
Fira Tando?,2020207365, dengan judul Mangampa' Ale Ba?ru sebagai
Model Pendampingan Pastoral terhadap Dying Person di Gereja Toraja Jemaat Pasang Klasis Piongan Denpiku. Dengan bimbingan bapak Dr. Yonatan Sumarto.S.Si, M.Th. dan bapak Semuel Tokan, M.Th.
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh keadaan dying person. Dying person
merupakan orang yang mengalami penyakit ganas dan berada di tahap akhir
kehidupannya. Dying person menurut Kulber-Ross melewati beberapa tahap
dalam kondisinya yaitu, penyangkalan dan pengasingan diri, marah, menawar, depresi dan menerima. Dalam melewati tahan tersebut terutama sampai di tahap menerima, dying person memerluhkan pendampingan dari orang-orang di sekitarnya terutama pendampingan dari gereja. Pendampingan pastoral yang dilakukan oleh Jemaat Pasang Klasis Piongan Denpiku bagi dying person yaitu mengampa? ale ba?ru. Pendampingan dalam mangampa?ale baru dilakukan untuk menghantarkan keluarga dan dyingperson pada pertobatan dan melalui pertobatan itu, dying person dapat memperoleh kesembuhan psikis serta mempersiapkan dying person untuk pergi dengan damai dan orang sekitarnya yang akan ditinggalkan merasa damai dan iklas akan kepergian dying person. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana mangampa? ale ba?ru sebagai model pendampingan pastoral terhadap dying person di Jemaat Pasang Klasis
Piongan Denpiku. Penulis menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, dengan mewawancarai sembilan responden untuk mendeskripsikan data dari hasil wawancara yang mendalam. Melalui kajian tersebut memberikan penjelasan mendalam mengenai mangampa? ale ba?ru bahwa model pendampingan ini baik dan efektif untuk dilakukan sebagai pendampingan pastoral bagi dying person karena menghantarkan mereka pada pertobatan dan pengakuan kesalahan antara dying person dan keluarganya.
Fira Tando', 2020207365, with the title mangampa? ale ba'ru as a model
of pastoral care for dying people at the Toraja Church of the Paing Klasis
Denpiku Congregation. With the guidance of Dr. Yonatan Sumarto. S.Si, M.Th. and Mr. Semuel Tokan, M.Th. This article is motivated by the situation of a dying person. Dying person is a person who has a malignant disease and is in the final stages of life. According to Kulber-Ross, a dying person goes through several stages in his condition, namely, denial and self-isolation, anger, bargaining, depression and acceptance. In going through this period, especially at the receiving stage, a dying person needs assistance from the people around them, especially assistance from the church. The pastoral assistance provided by the Pasang Klasis
Piongan Denpiku Congregation for dying people is amampa' ale ba'ru.
Accompaniment in the new mangampa' ale is carried out to bring the family and the dying person to repentance and through that repentance, the dying person can obtain psychological healing and prepare the dying person to leave peacefully and those around him who will be left behind feel peaceful and sincere about the dying person?s departure. The purpose of this article is to find out how to use ale ba?ru as a model of pastoral care for dying people in the Pasang Klasis Piongan Denpiku congregation. The author uses a qualitative method through a phenomenological approach, by interviewing ninerespondents to describe data from in-depth interviews. This study provides an in-depth explanation regarding mangampa? ale ba'ru that this model of assistance is good and effective to be used as pastoral assistance for dying people because it leads them to repentance and recognition of mistakes between the dying person and their family