Abstract :
ABSTRAK
Velinsia Sartika : 2020186192, 2024 telah menyususn skripsi yang berjudul Untanda? Allo: Kajian Teologis Makna Untanda? Allo dalam Membangun Rumah dan Implikasinya bagi Anggota Gereja Toraja Jemaat Batutumonga. Di bawah bimbingan bapak Oktoviandy, M.Si. selaku pembimbing I dan ibu Ascteria Paya Rombe, M.Th. selaku pembimbing II.
Untanda? Allo adalah sebuah budaya warisan leluhur yang masih terus dilakukan oleh anggota Gereja Toraja Jemaat Batutumonga dalam melihat hari baik untuk melaksanakan kegiatan. Meskipun masyarakat Batutumonga mayoritas beragama Kristen, tetapi budaya ini masih terus dilakukan karena dianggap sebagai bagian penting dari identitas warisan leluhur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teologi kontekstual model terjemahan untuk menerjemahkan dari pemahaman lama (Aluk To Dolo) ke pemahaman baru (Kekristenan). Adapun informan dalam penelitian ini yaitu pendeta, pemangku adat, dan anggota Gereja Toraja Jemaat Batutumonga. Bagian dari metode penelitian yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara, dan analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa, budaya ini terus dilakukan dengan pemahaman Kristiani sebagai bentuk penghargaan terhadap orang yang lebih tua, sebagai perekat relasi harmonis dalam masyarakat dan sebagai bentuk upaya berdoa dan berjaga-jaga dalam kehidupan yang Tuhan izinkan.
Kata kunci: Budaya, Untanda? Allo, Model Terjemahan Sthepen B. Bevans.
ABSTRACT
Velinsia Sartika : 2020186192, 2024 has prepared a thesis entitled Untanda' Allo: Theological Study of the Meaning of Untanda' Allo in building a House and its Implications for Members of the Toraja Church, Batutumonga Congregation. Under the guidance of Mr. Oktoviandy, M.Si. as the first advisor and Mrs. Ascteria Paya Rombe, M.Th. as the second advisor.
Untanda' Allo is a cultural heritage that is still carried out by members of the Batutumonga Congregation Toraja Church, when looking for good days to carry out activities. Even though the majority of Batutumonga people are Christians, this culture is still continuing because it is considered an important part of their ancestral identity. This research uses qualitative research methods with a contextual theological approach to the translation model to translate from an old understanding (Aluk to Dolo) to a new understanding (Christianity). The informants in this research were priests, traditional leaders, and members of the Batutumonga Congregation Toraja Church. Part of the research method used includes field observations, interviews, and data analysis carried out qualitatively. This research shows that this culture continues to be carried out with a Christian understanding as a form of respect for older people, as a glue for harmonious relationships in society, and as a form of prayer and vigilance in the life that God allows.
Key words: Culture, Untanda' Allo, Sthepen B. Bevans Translation Model