Abstract :
ABSTRAK
Elieser Rante Linggi' (2020207865) pada tahun 2024 menyusun skripsi
dengan judul "Studi Teologis-Dogmatis tentang Baptisan bagi Disabilitas
Intelektual dan Implementasinya untuk Jemaat Buntu Kesu"'. Dibawah
bimbingan bapak Dr. Abraham S. Tanggulungan, S.Th, M.Si dan bapak Dr. Rannu Sanderan, M.Th.
Penelitian ini dilatar belakangi kasus tidak dibaptisnya anggota jemaat
yang disabilitas intelektual di Jemaat Buntu Kesu'. Hal tersebut memicu timbulnya anomali dalam pelayanan sakramen dalam jemaat terhadap disabilitas intelektual. Karena itu, penulis melakukan studi yang berfokus pada sakramen baptisan bagi disabilitas intelektual dengan tujuan mendeskripsikan baptisan bagi disabilitas intelektual dan implementasinya untuk jemaat Buntu Kesu' membahas tentang baptisan kudus bagi penyandang disabilitas intelektual dan implementasinya untuk Jemaat Buntu Kesu' dengan tujuan penulisan yakni untuk mendeskripsikan
studi teologi-dogmatis tentang baptisan kudus bagi penyandang disabilitas
intelektual serta bagaimana implementasinya untuk Jemaat Buntu Kesu'. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Penulis menyimpulkan bahwa baptisan, sebagai sakramen yang melambangkan pembersihan dosa dan penerimaan dalam persekutuan gereja, merupakan hak yang dimiliki oleh setiap individu berdasarkan anugerah Allah, bukan kapasitas individu. Dalam konteks penyandang disabilitas intelektual yang tidak dapat mengaku secara pribadi dan tidak memungkinkan menerima katekisasi, maka sakramen ini dilaksanakan menurut baptisan kudus anak.
Kata Kunci: Baptisan, Disabilitas Intelektual, Gereja.
ABSTRACT
Elieser Rante Linggi' (2020207865) completed a thesis in 2024 entitled "A
TIteological-Dogmatic Study of Baptism for Individuals with Intellectual
Disabilities and Its Implementation for the Buntu Kesu' Congregation". The thesis was supervised by Dr. Abraham S. Tanggulungan, S.Th, M.Si, and Dr. Rannu Sanderan, M.Th.
This research was prompted by the case of individuals with intellectual disabilities not being baptized in the Buntu Kesu' Congregation, which led to anomalies in the administration of sacraments within the congregation for individuals with intellectual disabilities. Therefore, the author conducted a study focused on the sacrament of baptism for individuals with intellectual disabilities, with the aim of describing baptism for these
individuals and its implementation for the Buntu Kesu' Congregation. Thepurpose of this study is to provide a theological-dogniatic description of the holy baptism for individuals with intellectual disabilities and to explore how it can be implemented in the Buntu Kesu'
Congregation. The author employed a qualitative research method with a descriptive approach, collecting data through observation and interviews. The study concludes that baptism, as a sacrament symbolizing the cleansing ofsin and acceptance into the church community, is a right bestowed upon every individual by the grace ofGod, irrespective of
personal capacity. In the context of individuals with intellectual disabilities who are unable to make a personal confession or undergo catechism, this sacrament is to be administered in accordance with the practice ofinfant baptism. Keywords: Baptism, Intellectual Disabilities, Church.