Abstract :
Imanuel Romba (20133700). Menyusun Skripsi pada tahun 2017 dengan
judul ?Perjumpaan Pemahaman Tentang ?Yang Ilahi? dalam Kekristenan
dan Aluk Todolo di Kecamatan Simbuang Kabupaten Tana Toraja? di bawah
bimbingan Pdt. Semuel Tokam, M.Th dan Frans Paillin Rumbi, M.Th
Judul ini diangkat untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana
pemahaman tentang ?Yang Ilahi? dalam Kekristenan dan Aluk Todolo di
Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja. Serta bagaimana respon penganut Aluk Todolo kepada pekabar injil. Metode penelitian yang dipakai dalam meneliti masalah ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara tidak terstruktur atau wawancara bebas kepada Toma?kada (pemimpin Aluk Todolo) 2 orang, Tokoh-tokoh masyarakat 2 orang sekaligus orang-orang ini telah lama menjadi majelis gereja. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan wawancara
serta analisis, penulis menemukan bahwa pemahaman tentang yang Ilahi dalam Kekristenan dengan Aluk Todolo itu mempunyai perbedaan dikarenakan dalam pemahaman yang Ilahi dalam Kekristenan lebih pada penyembahan terhadap Ketritunggalan Allah dengan cara berada masing-masing namun sehakikat. Sedangkan dalam kepercayaan Aluk Todolo memiliki sesembahan tertinggi yang disebut Batara Tua dan Batara Lolo yang kemudian di dalam dunia terdapat dewa-dewa yang memiliki fungsi, cara penyembahan dan sesajian yang berbeda. Walaupun pemahaman tentang yang Ilahi dalam kedua aliran kepercayaan ini tidak dapat diperjumpakan itu secara doktrinal namun pada kenyataannya dalam
kehidupan sehari-hari yang Ilahi ini dapat dipeijumpahkan dalam keluarga
terdapat dua aliran kepercayaan demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat yang terus menjalin kasih dan tali persaudaraan yang erat.
Penulis mengaharapkan bahwa setiap pembaca memperoleh gambaran
tentang pemahaman yang Ilahi dalam kekristenan dan Aluk Todolo. khususnya bagi masyarakat umum yang masi menggap bahwa Allah yang disembah oleh Kekristenan itu sama saja dengan Allah yang disembah oleh Aluk Todolo. Sehingga pada akhirnya penulis menyimpulkan bahwa, pemahaman tentang Yang Ilahi dalan Kekristenan dan Aluk Todolo secara pengajaran tidak dapat di sejajarkan karena masing-masing punya konsep tersendiri dan cara penyembahan yang berbedah namun pada kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari yang Ilahi ini berjumpa dalam masyarakat dan dalam keluarga yang di dalamnya terdapat dua alairan kepercayaan tersebut.