DETAIL DOCUMENT
Dengarkan Curahan Hatiku: suatu Tinjauan Teologis-Psikologi tentang Metode Konseling terhadap Remaja yang Mengalami Perceraian Orang tua di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sangalla’
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA
Author
Parerung, Liani
Subject
BF Psychology 
Datestamp
2024-09-19 15:34:21 
Abstract :
Liani Parerung, 2011 DENGARKAN CURAHAN HATIKU dengan sub judul Tinjauan Teologis-Psikologis Tentang Metode Konseling Terhadap Remaja yang mengalami perceraian orang tua di SMAN 1 Sangalla?. Judul ini di angkat untuk memperlihatkan kepada semua pelayan- pelayan Tuhan bahkan kepada semua pihak dalam berbagai bidang pelayanan bahwa konseling merupakan suatu bentuk pelayanan yang tidak biasa dipandang sebelah mata saja, tidak lagi merupakan hal yang diabaikan saja sebab kenyataannya pelayanan konseling merupakan tempat yang bisa mendengarkan masalah-masalah manusia pada hati yang mengatakan ?dengarkan curahan hatiku?. Oleh sebab itu siswa (remaja) yang mengalami perceraian orang tua di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sangalla? membutuhkan tempat untuk mengungkapkan masalah yang mereka alami dan penting untuk didengar jerit piluh hati mereka yang mempunyai banyak gejolak akan tetapi sulit diungkapkan. Subjudul tujuan untuk mengetahui metode konseling bagi remaja yang mengalami perceraian orang tua. Dengan begitu hamba-hamba Tuhan dapat mengetahui metode yang mampu menjangkau masalah-masalah remaja termasuk guru-guru pembimbing di sekolah. Hal ini penting untuk melihat secara dalam masalah yang dialami oleh remaja dan dengan kasih yang lahir dari Kristus menolong remaja untuk keluar dari masalah hidup yang menimpanya. Data dan informasi yang penulis gunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan teknik wawancara, observasi. Data tersebut diolah menggunakan metode pendekatan deskriptif naratif yaitu data yang diperoleh di lapangan melalui wawancara terhadap 10 orang responden, dipaparkan apa adanya berdasarkan kenyataan yang terjadi di lapangan. Melalui penelitian di lapangan penulis lebih di perlihatkan bahwa ternyata remaja yang mengalami perceraian orang tua sangat mengharapkan hati dan telinga dari orang-orang yang peka yang mampu mendengarnya dan menolongnya. Melalui penulisan ini, penulis berharap hendaknya guru pembimbing di sekolah memiliki kepedulian dan kesadaran bagi siswa- siswa yang ada di sekitarnya. 

Institution Info

INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI TORAJA