Abstract :
Liani Parerung, 2011 DENGARKAN CURAHAN HATIKU dengan sub judul Tinjauan Teologis-Psikologis Tentang Metode Konseling Terhadap Remaja yang mengalami perceraian orang tua di SMAN 1 Sangalla?.
Judul ini di angkat untuk memperlihatkan kepada semua pelayan-
pelayan Tuhan bahkan kepada semua pihak dalam berbagai bidang
pelayanan bahwa konseling merupakan suatu bentuk pelayanan yang tidak
biasa dipandang sebelah mata saja, tidak lagi merupakan hal yang
diabaikan saja sebab kenyataannya pelayanan konseling merupakan
tempat yang bisa mendengarkan masalah-masalah manusia pada hati yang
mengatakan ?dengarkan curahan hatiku?. Oleh sebab itu siswa (remaja)
yang mengalami perceraian orang tua di Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Sangalla? membutuhkan tempat untuk mengungkapkan masalah yang
mereka alami dan penting untuk didengar jerit piluh hati mereka yang
mempunyai banyak gejolak akan tetapi sulit diungkapkan. Subjudul tujuan untuk mengetahui metode konseling bagi remaja yang mengalami perceraian orang tua. Dengan begitu hamba-hamba Tuhan dapat mengetahui metode yang mampu menjangkau masalah-masalah remaja termasuk guru-guru pembimbing di sekolah. Hal ini penting untuk melihat secara dalam masalah yang dialami oleh remaja dan dengan kasih yang lahir dari Kristus menolong remaja untuk keluar dari masalah hidup yang menimpanya.
Data dan informasi yang penulis gunakan dalam penelitian ini yakni
menggunakan teknik wawancara, observasi. Data tersebut diolah
menggunakan metode pendekatan deskriptif naratif yaitu data yang
diperoleh di lapangan melalui wawancara terhadap 10 orang responden,
dipaparkan apa adanya berdasarkan kenyataan yang terjadi di lapangan.
Melalui penelitian di lapangan penulis lebih di perlihatkan bahwa ternyata
remaja yang mengalami perceraian orang tua sangat mengharapkan hati
dan telinga dari orang-orang yang peka yang mampu mendengarnya dan
menolongnya. Melalui penulisan ini, penulis berharap hendaknya guru
pembimbing di sekolah memiliki kepedulian dan kesadaran bagi siswa-
siswa yang ada di sekitarnya.