Abstract :
Yosphina Pago, 2010, ? Pergaulan Bebas? sub Judul Suatu Kajian Teologis Praktis Tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Pergaulan Bebas Remaja di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Padang Sappa, Klasis Luwu, Kab Luwu Pergaulan bebas dalam hubungannya dengan remaja sesuai dengan kenyataan sosial menimbulkan kontradiksi. Pergaulan para remaja dewasa ini cenderung menimbulkan banyak Ikesulitan yang kurang membantu kelancaran hidup yang merugikan dan menghambat perkembangan baik individu maupun masyarakat. Pergaulan bebas adalah proses pergaulan dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan yang merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang karena melewati Ibatas-batas norma-norma budaya dan nilai-nilai agama atau pergaulan bebas merupakan sebagai suatu hasil dari suatu proses yang menunjukkan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran
tterhadap norma-norma agama dan susila yang disebabkan berbagai faktor baik pribadi maupun keluarga yang merupakan lingkungan utama maupun faktor lingkungan sekitar yang secara potensial yang membentuk perilaku seorang Berdasarkan penelitian di Gereja Toraja Jemaat Imanuel Padang Sappa, klasis Luwu, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pergaulan bebas remaja yaitu kurangnya peran orang tua dalam pendidikan agama Kristen, remaja yang tidak mampu menuntaskan tugas-tugas perkembangan dan pengaruh faktor lingkungan. Ketiga faktor utama yang dimaksud memberikan pengaruh yang sangat mendasar Terjadinya pergaulan bebas remaja, indikasinya kurangnya peran orang tua dalam pendidikan agama Kristen bahwa remaja tidak memiliki bekal iman yang cukup dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangan. Tugas perkembangan yang paling berpengaruh yaitu perubahan bentuk fisik yang tidak disesuai dengan harapan sehingga mereka cenderung melepaskan diri dari ketergantungan terhadap keluarga dan memilih untuk bergaul dengan teman sebaya yang ttentunya memberi pengaruh negative. Untuk mengatasi dampak negatif. Pergaulan bebas di kalangan remaja membutuhkan pendamping pastoral bagi anak dari keluarga maupun dari masyarakat (gereja). Jadi kata kuncinya: peran orang tua dalam pendidikan agama Kristen sebagai bekal menuntaskan tugas-tugas perkembangan.