Abstract :
Panda dibolong merupakan salah satu kegiatan adat di Toraja yang
dilakukan dalam rangka menebus salah atau dosa karena melakukan
perselisihan/kericuhan. Di Lembang Tiroan Kecamatan Bittuang hingga kini
masih menerima dan mempertahankan kegiatan panda dibolong sebagai
satu cara yang layak menghadapi masalah perselisihan dalam upacara
pemakaman (rambu solo'). Di satu sisi secara sosiologis panda dibolong merupakan sebuah aturan yang membina masyarakat sehingga masyarakat tetap membina diri hidup dalam hubungan yang benar. Namun di sisi lain panda dibolong dipandang sebagai kurban penebusan dosa yang sebenarnya secara iman Kristen tidak layak karena dalam iman Kristen Yesus Kristuslah kurban penebusan dosa sekali untuk selamanya.
Dari hasil penelitian ini diharapkan agar warga Jemaat Pemanukan
dapat memahami panda dibolong itu dalam kerangka mendidik dan
mengarhakan manusia kehidupan yang syalom sesuai dengan nilai-nilai iman
Kristen dengan bersikap selektif.